<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261</id><updated>2012-01-29T04:23:36.539-08:00</updated><category term='ustadz'/><category term='sedekah'/><category term='akhirat'/><category term='sederhana'/><category term='harta'/><category term='do&apos;a'/><category term='alqur&apos;an'/><category term='punk'/><category term='ikhlas'/><category term='makan'/><category term='lilin'/><category term='veteran'/><category term='lebaran'/><category term='do.a'/><category term='uswah hasanah'/><category term='idul adha'/><category term='pesantren'/><category term='malu'/><category term='mati'/><category term='menulis'/><category term='waktu'/><category term='dunia'/><category term='pejuang'/><category term='tahfidz'/><category term='senyum'/><category term='lamaran kerja'/><category term='kyai'/><title type='text'>Hikmah</title><subtitle type='html'>Perjalanan Sederhana</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-6532204653375317843</id><published>2010-09-29T21:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-30T16:26:04.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uswah hasanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kyai'/><title type='text'>Potlot Bujel</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/TKQTVO5A1FI/AAAAAAAAAMQ/JZ2fkNGdoS8/s1600/pensil-tumpul.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Memulai dari diri sendiri, memulai dari yang kecil, memulai dari sekarang. Sebuah rangkaian kata-kata (sepengetahuan kami) yang dipopulerkan oleh seorang AA Gym ini bagi kami memiliki nilai yang indah dan bermakna, sebuah hikmah yang berbuah motivasi dan inspirasi yang luar biasa. Dalam maknanya terdapat aksi dari seseorang untuk berusaha menjadi uswah hasanah,  mengajak dengan hikmah, melakukan hal yang baik dengan cara yang paling sederhana dan menghindarkan diri dari menunda-nunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai uswah hasanah, kami teringat dengan sebuah cerita dari salah seorang Ulama di sela-sela acara pengajian di daerah Sleman, Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut Beliau mengisahkan tentang pelajaran yang beliau ambil dari kisah keseharian seorang Ayah dan anak, ketika itu, Sang Ayah meminta buah hatinya untuk membeli pensil ke warung sebelah. Sang Ayah berkata: “&lt;i&gt;Anakku yang pintar, tolong belikan ayah pensil ‘seperti ini’ di warung sebelah, ini uangnya&lt;/i&gt;”, sambil menyerahkan sebuah pensil. Beberapa saat kemudian, anaknya yang masih kecil itu sampai di rumah,  kemudian ia menyampaikan sesuatu kepada Ayahnya, “&lt;i&gt;Ayah …, di warung sebelah tidak ada yang seperti ini&lt;/i&gt;”. “&lt;i&gt;hmm … , ya udah gak papa, terimakasih ya nak&lt;/i&gt;”. Sejenak kemudian Sang Ayah terheran-heran, karena setiap kali lewat warung itu, beliau melihat dengan jelas sederetan pensil dengan berbagai jenisnya. Hmm … tak pelak hal ini membuat Sang Ayah penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sangat membutuhkan pensil itu, kemudian sang Ayah keluar rumah untuk membeli pensil di tempat lain yang agak jauh. Pada saat melewat warung sebelah rumahnya, Sang Ayah melihat sederetan pensil yang cukup banyak. “&lt;i&gt;lho …, tadi kata anakku kug g ada ya..??&lt;/i&gt;”, ia bertanya dalam hatinya, pada akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk membeli pensil di tempat yang lebih jauh, cukup menuju warung sebelah rumahnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, Sang Ayah masih penasaran, kemudian memanggil anaknya, “&lt;i&gt;Anakku sayang, kemari … Ayah mau bicara&lt;/i&gt;”, sambil berlari kecil, si anak menuju ke pangkuan ayahnya. Sang Ayah kemudian mencium kening dan mendudukkan anaknya di pangkuannya, kemudian berkata, “&lt;i&gt;Tadi adek bilang pensilnya g ada, neh … ayah beli di warung sebelah&lt;/i&gt;”. Si anak dengan polosnya menjawab, “&lt;i&gt;Klo potlot yang ini kan g sama dengan punya Ayah, adek udah nyari-nyari di warung sebelah, di sana g ada potlot ‘bujel’ dan jelek seperti punya Ayah, trus … g jadi beli&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ayah teringat dengan informasi yang disampaikan oleh penjaga warung sebelah, bahwa sang anak meminta ‘potlot’ yang sama persis sebagaimana contoh yang dibawakan ayahnya, meski diberi pensil yang lebih bagus, sang anak tetap bersih kukuh ingin membeli pensi l sama persis, bukan yang lain.&lt;br /&gt;Sang Ayahpun tersenyum, menanggapi jawaban anaknya seraya mengucap “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alhamdulillah Ya Alloh, Engkau telah memberikan sebuah petunjuk kepadaku akan pentingnya sebuah ‘Uswah Hasanah’ lewat anakku yang masih polos ini,&lt;/b&gt; mungkin jika aku bawakan ia pensil yang bagus …, ia tak akan kesulitan untuk membeli yang serupa”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;…………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Uswah hasanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Berilah contoh yang baik”, itulah pesan yang disampaikan melalui kisah keseharian di atas, memang tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal yang negatif tidaklah sedikit berada di sekitar kita, namun tidak dapat pula dinafikan bahwa hal-hal yang baik justru lebih banyak bisa kita dapatkan. Bahkan dari hal yang tidak baik pun, kita dianjurkan untuk mengambil hikmah agar mendapatkan pelajaran dan manfaar serta kesalahan yang sama tidak terulang di masa yang akan datang. Mari bersama-sama saling memotivasi tuk mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang. Bukankah contoh baik yang kita sajikan akan menjadi ladang pahala yang mengalir ketika lebih banyak orang yang terinspirasi karenanya?. Mari tengok sejenak apa yang telah disampaikan Rasululloh SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/TKQQhWiXa8I/AAAAAAAAAMM/NkWylnZ1qMU/s1600/contoh-yang-baik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/TKQQhWiXa8I/AAAAAAAAAMM/NkWylnZ1qMU/s400/contoh-yang-baik.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Artinya: "Barangsiapa memberikan contoh yang baik dalam Islam maka baginya pahala dan pahala orang yang mengerjakannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka, dan barangsiapa yang memberikan contoh jelek dalam Islam maka atasnya dosanya dan dosa orang yang mengerjakan sesudahnya tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa dosa mereka." &lt;br /&gt;(HR. Muslim).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Uswah hasanah ...&lt;br /&gt;sebuah implementasi dari istiqomah&lt;br /&gt;sebuah bukti pribadi yang mulia&lt;br /&gt;sebuah amal dengan pahala melimpah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uswah hasanah ...&lt;br /&gt;memotivasi diri tuk baik&lt;br /&gt;belajar memberi yang terbaik&lt;br /&gt;meski tanpa pujian yang laik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uswah hasanah...&lt;br /&gt;Berangkat dari yang sederhana&lt;br /&gt;memulai dari sekarang juga&lt;br /&gt;senantiasa mengingatkan diri agar tak lupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uswah hasanah ...&lt;br /&gt;tiada sia-sia di sisi-Nya&lt;br /&gt;dalam tantangan ada kemudahan dari-Nya&lt;br /&gt;dalam hambatan ada pertolongan-Nya&lt;br /&gt;dalam kemanfaatan ada pahala, tanda ridlo_nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uswah hasanah ...&lt;br /&gt;bukan hanya bermanfaat untuk kita,&lt;br /&gt;pun jua semua yang kita cinta&lt;br /&gt;hingga generasi setelah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohummaj-alna minal muhsinin&lt;br /&gt;Allohummaj-alna minal kholisin&lt;br /&gt;Allohummaj-alna minal muttaqien&lt;br /&gt;Allohummaj-alna min ibadikas sholihin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh, jadikanlah kami orang-orang yang baik&lt;br /&gt;sehingga mampu memberikan contoh terbaik&lt;br /&gt;Ya Alloh jadikanlah kami orang-orang yang ikhlas&lt;br /&gt;sehingga mampu berbuat tanpa batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh jadikanlah kami orang-orang yang bertaqwa&lt;br /&gt;sehingga senantiasa dekat dengan-Mu dalam suka dan duka&lt;br /&gt;Ya Alloh jadikanlah kami hamba-Mu yang sholih&lt;br /&gt;sehingga terlepas dari Adzab Neraka yang sedemikian pedih&lt;br /&gt;(sebuah puisi dari blog &lt;a href="http://cakpuis.blogspot.com/2010/09/uswah-hasanah-contoh-yang-baik.html"&gt;cakpuis.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, Wallohu a’lamu bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb. *Potlot Bujel: Pensil tumpul dan tidak nyaman untuk alat menulis/kurang layak pakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 30 September 2010&lt;br /&gt;Caksyam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-6532204653375317843?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/6532204653375317843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/09/potlot-bujel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/6532204653375317843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/6532204653375317843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/09/potlot-bujel.html' title='Potlot Bujel'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/TKQTVO5A1FI/AAAAAAAAAMQ/JZ2fkNGdoS8/s72-c/pensil-tumpul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-3017210125396298336</id><published>2010-04-30T11:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T17:04:40.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sedekah'/><title type='text'>Sang Ustadz pun berguru padanya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Rambutnya gimbal, celana jeans-nya dihiasi dengan beberapa sobekan. yach ... itulah gambaran sekilas seorang "fadhil", mahasiswa tingkat akhir yang sedang melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di pelosok Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedikit sangar memang... tapi senyuman simpul tak jarang menghiasi wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu adalah hari ke-tiga bulan ramadlon, fadhil datang ke sebuah pesantren mahasiswa tuk mencari pembicara dalam sebuah agenda, program unit KKN-nya. "Assalamu'alaikum ... tok, tok, tok", fadhil berdiri di depan pintu asrama santri. "Wa'alaikum salam ...", dari dalam terdengar seseorang menjawab salamnya. "Maa Syaa Alloh ...!!!", spontan ia berdzikir. Betapa kagetnya fadhil ..., melihat sosok yang tiba-tiba keluar dari salah satu kamar santri, yach ... santri tersebut adalah teman seangkatan dikampusnya, rahmat namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S9sgTdrS-NI/AAAAAAAAAKI/n7lPBe9yzVg/s1600/bonceng-motor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S9sgTdrS-NI/AAAAAAAAAKI/n7lPBe9yzVg/s320/bonceng-motor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"kamu tinggal di sini tho? ..., kebetulan neh", fadhil membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;"iya, wah suprise neh ... silahkan duduk", rahmat pun menyambutnya di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan pun berlangsung cukup lama, mengingat keduanya jarang ketemu, sudah tak banyak aktif di bangku kuliah. Fadhil sibuk KKN dan mengurus bisnisnya, sedangkan Rahmat sibuk menyelesaikan skripsi dan aktif dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga di suatu titik, Fadhil pun mengutarakan maksud kedatangannya. Ia sengaja datang ke pesantren untuk mencari pembicara di salah satu agenda KKN nya. Rahmat terdiam sejenak, mengingat kembali ... apakah di tanggal yang ditentukan terdapat amanah lain yang musthi di tunaikan. lima menit telah berlalu, rahmat pun yakin bahwa pada tanggal tersebut tidak ada agenda, dan akhirnya ia bersedia tuk membantu fadhil, berbagi ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang ditentukan telah tiba, jam di dinding ruang tamu pesantren menunjukkan pukul 5 sore. Fadhil pun akhirnya datang menjemput rahmat yang sedari tadi menantinya sambil membaca beberapa lembar dari ayat suci AlQuran di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum !!!, Berangkat sekarang pak Ustadz ..????", Fadhil pun sambil bercanda dan senyum simpulnya mengajak Rahmat tuk segera menempuh perjalanan mereka. "Wa'alaikum salam, mari ...3x", Rahmat pun menghentikan bacaannya dan segera melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa 45 menit perjalanan telah dilalui, diiringi cahaya siang yang kian hilang diganti gelapnya malam. Jalan setapak, pematang sawah dan lampu remang-remang di kejauhan, menghiasi perjalanan fadhil dan rahmat ke tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allohu Akbar ..2x", Terdengar suara adzan, pertanda maghrib telah datang. "Kita mampir sebentar di posko, ta'jil dulu baru sholat maghrib ya ustadz ???", Fadhil kemudian memarkirkan motornya di salah satu rumah warga, tempat posko KKN berada. Kegiatan pun dilanjutkan dengan sholat maghrib, kemudian berbuka bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langitpun tak lagi tampak merahnya, Adzan Isya'pun terdengar merdu dari arah musholla, Fadhil pun meminta rahmat tuk mengimami Rangkaian sholat isya, tarawih dan witir ..., dilanjutkan ceramah agama, sebagaimana yang dijelaskan fadhil sebelumnya. Acara berjalan lancar ... jama'ah begitu antusias hingga rela berdesakan. Hampir seluruh warga tumpah ruah hingga di pelataran musholla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hebat kamu rahmat ...., usia kita hampir sama, tapi kamu udah banyak tahu tentang agama", Fadhil memberikan apresiasinya, kagum akan apa yang disampaikan Rahmat dalam ceramahnya. Rahmat pun mengendalikan dirinya, khawatir akan riya' menghinggapi hatinya, ia pun menjawab "&lt;b&gt;semua punya kesempatan yang sama, tidak harus sekarang, InsyaAlloh masih panjang perjalanan dan waktu yang bisa dimanfaatkan, gak harus seorang ustadz yang tahu tentang agama, semua juga bisa, karena agama adalah kebutuhan ... bukan sekedar sandang atau perhiasan&lt;/b&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun mulai larut, tibalah saatnya Fadhil mengantarkan Rahmat, kembali ke pesantrennya. "Teman-teman, kelebihan makanan ta'jil dan buka, aku bawa yach ...", fadhil berkata. Seakan-akan sudah ada kesepakatan sebelumnya, tanpa dikomando, teman-teman KKN fadhil pun segera membantunya menata bahan makanan yang ada ke dalam kardus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang pun serasa memecah sepinya malam di pelosok Jogja. Terdengar jelas deru motor fadhil menhiasi ruang terbuka. Rahmat dibonceng Fadhil sembari memegang dua kardus makanan, Jutaan pertanyaan muncul di dalam benak Rahmat, meski ia tak berani mengungkapkan. Akhirnya ... fadhil pun angkat bicara, "Kita ntar mampir dulu ke tempat sahabat saya di perempatan Condong catur (concat), jadi muternya agak jauh ... gak pa pa yach Ustadz ???", "iya ... santai saja", Rahmat pun menyetujui rencana Fadhil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu merah menyala, fadhil pun menghentikan laju motornya. "Ustadz... di situ rumah temanku", fadhil berkata sembari menunjuk salah satu sudut perempatan concat jogja. Tak lama kemudian, lampu hijau menyala ..., Fadhil pun mengarahkan motornya ke sudut yang telah ditunjuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, Fadhil memarkir motornya di tepi jalan, mengajak Rahmat membawa kardus makanan ke sebuah gang kecil tanpa penerang jalan. Turunan tangga tak sedemikian tingginya memaksa Rahmat dan Fadhil sedikit pelan dalam melangkah, dan kemudian dalam kegelapan Fadhil pun mengucapkan salam, "Assalamu'alaikum ...". Salam tersebut dijawab oleh beberapa orang, di antaranya adalah anak-anak. Rahmat pun kaget, dan hanya bisa berdecak kagum dalam diam dan kegelapan. Fadhil kemudian menyerahkan kardus tadi kepada seorang ibu, mewakili segenap saudara yang ada disana, dan mereka pun tak begitu lama bercengkrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maturnuwun mas Fadhil...., semoga Alloh membalas", Sang ibu pun terdengar begitu bahagia dan bersyukur atas nikmat yang ada, meski tanpa menyebut nama ... terlihat jelas bahwa Fadhil sering ke tempat tersebut, paling tidak ... melakukan hal yang sama, sehingga dalam remang-remang kegelapan, Sang Ibu mengenalinya. Fadhil dan Rahmat pun bergegas menuju persinggahan berikutnya, pondok pesantren. Sekitar 8 menit perjalanan, Mereka pun sampai di pesantren, dan Fadhil pun mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada Rahmat, atas kesediaannya tuk berbagi ilmu ... bekal dunia dan akhirat. Rahmat pun tak kalah ... ia juga banyak berterimakasih kepada Fadhil, atas pelajaran yang secara tidak sengaja ... terlihat jelas oleh kedua matanya di dunia yang benar-benar nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam batinnya, Rahmat benar-benar kagum dengan salah satu sisi seorang Fadhil. Meski masih tampak tidak umum, namun Fadhil memiliki sebuah titik keseimbangan tingkat "sophos" dan "kronimos" dalam mengekspresikan keyakinannya. yach ... ia tidak hanya sekedar tahu tentang berkah sedekah dan pahala melimpah, lebih dari itu ... gerak tubuh dan fikirnya telah benar-benar bicara, mengamalkan ajaran Rasul dan Firman Tuhannya. Sambil tersenyum di depan cermin ... Rahmat pun memotivasi dirinya, "&lt;b&gt;Hebat kamu Fadhil ...., aku saja belum pernah tahu tempat itu, bahkan tidak pernah terlintas dalam benakku tentang sahabatmu, sahabatku ... , berbagi dengan mereka di setiap kesempatan yang ada, meski sedikit, meski begitu sederhana. Fadhil ..., hari ini aku berguru kepadamu. Ya Alloh ku bersyukur kepadaMu, jadikanlah aku hamba yang dapat merengkuh ridlo-Mu ... bukan hanya dengan ilmu, namun juga dengan amalku, anta maqshudi ... wa ridloka mathlubiy. Amin&lt;/b&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangkat dari kisah nyata, Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi penulis dan kita semua.&lt;br /&gt;Mhn. masukan, bimbingan, kritikan tuk lebih baik. terimakasih. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta-PP.Pandanaran, 1 Mei 2010&lt;br /&gt;Caksyam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-3017210125396298336?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3017210125396298336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3017210125396298336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/04/sang-ustadz-pun-berguru-padanya.html' title='Sang Ustadz pun berguru padanya'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S9sgTdrS-NI/AAAAAAAAAKI/n7lPBe9yzVg/s72-c/bonceng-motor.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-1838671218617802197</id><published>2010-04-12T23:51:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T10:47:19.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sederhana'/><title type='text'>Malu bertanya ..???, yach cari jawaban dgn cara yg berbeda</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sebuah catatan...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs466.snc3/25612_1445927867818_1221807527_31260608_2163669_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs466.snc3/25612_1445927867818_1221807527_31260608_2163669_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernah kehilangan arah?, kesasar atau kehilangan peta dan tidak tahu harus ke mana?. hmmm .. sama seperti anda, kami pun juga. Pengalaman ini juga terjadi kemaren (11/04) ketika kami berkendara menuju lokasi yang belum kami tempuh sebelumnya. Setelah mengikuti petunjuk yang ada, kondisi di lapangan ternyata kurang sama persis dengan apa yang digambarkan sebelumnya, akhirnya .... "jurus jitu nan baku" pun dikeluarkan, apa itu ... ??? .... TANYAAAA .... ^_^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana memang, sebuah pertanyaan sebenarnya memiliki potensi untuk pengembangan sebuah pengetahuan, minimal apa yg tersebunyi menjadi terkuak dan terlihat sehingga bisa dimaksimalkan. Mungkin kita tahu hal ini sejak masih kecil atau kanak-kanak, seringkali guru kita di sekolah mengutarakan di akhir pelajaran, ... "Anak-anak ...., ada yang mau bertanya ..???", tak jarang murid-murid pun terdiam, memberikan sejuta jawaban, yach ... antara paham dan tidak mengerti apa yang disampaikan. begitulah ..., namun hal ini sungguh menarik untuk menjadi sebuah kesempatan yg senantiasa dimunculkan, sehingga suatu saat kelak .. para murid akan senantiasa berpikir,meski hanya tersbesit ... memikirkan pertanyaan apa yang akan dilontarkan .., menjawab sebuah tawaran dari guru/orang-orang sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat beberapa tahun lalu semasa SMA, waktu itu kami menjadi bagian dari sebuah tim kecil, kepanitiaan Seminar Nasional. Tak tanggung-tanggung, dalam kesempatan ini ... rencananya akan diundang beberapa pembicara yang rata-rata alumni dari berbagai penjuru nusantara, beserta para pejabat dari berbagai daerah, seperti walikota, bupati dan dinas terkait. hmmm ... menarik bukan?. Untuk membahas tentang kebijakan otonomi daerah. Bagi kami, murid SMA, tentu hal ini sangat luar biasa, tak pelak ... kekhawatiran pun menyelimuti benak kami. Akhirnya pada suatu tahapan rapat panitia ... beberapa kami pun ditugaskan. "Si A ..., Si B dan si C ..., kalian ke kota X, temui dan serahkan beberapa proposal dan surat undangan ke para pejabat yang diundang", Pembimbing kami, Ustadz, mulai membagi tugas. Sesaat kemudian ... muncul sebuah sanggahan dari seorang teman, "Ustadz ...., di antara kami belum ada yang pernah ke kota X, mhn dipertimbangkan", sejurus kemudian, Pembina kami pun memberikan jawaban pencerahan yang mencengangkan. "Silahkan pukul kentongan kalian, dan teriaklah ....", kami pun bingung ... memahami istilah yang digunakan oleh Ustadz, akhirnya terpaksa kami pun menjawab, "Maksud .. ustadz????", Beliau pun menjawab. "Tanya ..., tanya dan tanya siapa saja yg kalian yakini bahwa ia mengetahuinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ... pengalaman tersebut membuat kami (khususnya secara pribadi), lebih pede dalam mengarungi sebuah perjalanan. Ke manapun kami melangkah seakan-akan tanpa beban, karena kami merasa, bahwa semua bisa dijadikan sumber pertanyaan atas sebuah jawaban yang diinginkan. Yach .. bermula dari senyum ... kemudian dilanjutkan pertanyaan, keliatannya simpel bukan?. Hingga akhirnya kami tak ragu meski diminta untuk berbagi, sharing atau melakoni urusan bisnis yang memaksa tuk singgah di lokasi yang belum terjamah/pergi kesana, sebagaimana pada pembukaan tulisan ini. ^_^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, terkadang bertanya merupakan aktifitas yang tidak mudah. Yach ... malu dianggap kurang pengetahuan, malu karena kurang referensi atau bahkan malu ... khawatir pertanyaan yg diajukan tidak berbobot atau bahkan kurang memiliki kualitas sepadan. Itu wajar ....., lho kug? ..., ya sekali lagi itu wajar, jangankan kita .... manusia biasa, Beliau-beliau di atas sana [lihat keatas ..., di mana yach ...hehe] juga pernah mengungkapkan hal yg sama, mereka pun memiliki kekhawatiran yg sama. yach .. takut tidak sesempurna harapan orang-orang di sekitarnya. Lalu apa yg perlu dilakukan? .... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Cari jawaban dengan cara yang berbeda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yach ... mencari jawaban dengan cara yang berbeda mampu menjadi sebuah solusi sederhana. Menyelamatkan "Wajah" kita, atau bahkan "harga diri" yang sebenarnya tiap orang memandangnya dengan kadar yg berbeda-beda, iya kan ... ???. Cara ini dapat dilakukan dengan membaca referensi yang sesuai, ... memperhatikan bagaimana orang menyelesaikan/ menggunakan solusi atas permasalahan yang sama, atau bahkan dengan cara uji coba. Intinya .... yakinlah bahwa banyak potensi di sekitar kita, sumber jawaban atas pertanyaan kita.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ...??? siap cari jawaban atas pertanyaan kita ..????. Berpengetahuan adlah bagian dari pilihan. Be Smart .., be Success ... be taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 12 April 2010&lt;br /&gt;&lt;a href="http://caksyam.com/"&gt;Caksyam.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-1838671218617802197?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/1838671218617802197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/04/malu-bertanya-yach-cari-jawaban-dgn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/1838671218617802197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/1838671218617802197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/04/malu-bertanya-yach-cari-jawaban-dgn.html' title='Malu bertanya ..???, yach cari jawaban dgn cara yg berbeda'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-7313223136609143050</id><published>2010-03-29T09:52:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T10:46:03.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesantren'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alqur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahfidz'/><title type='text'>i love pesantren</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S7DZsEqIcHI/AAAAAAAAAI8/tpDIQikwsjs/s320/santrisaja.jpg" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sedikit bercerita, diambil dan diperkaya dari kisah nyata salah seorang sahabat, smoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang ... !!! (Panggilan "kakak" ala pesantren salaf di jawa), tahu nggak, aku cinta pesantren. Mungkin suatu saat, aku akan sangat merindukan suasana pesantren". Angga membuka pembicaraan di tengah-tengah istirahat bersama setelah agenda Olahraga Futsal di sebuah pesantren. Menanggapi pernyataan sedikit "lebay" dari sahabatnya, Kang Brahma pun berkomentar "Ah ... yang benerrr ???, ente (panggilan hasil gubahan dari bahasa arab "Anta" yang berarti kamu, biasanya digunakan sebagai salah satu simbol keakraban di kalangan santri) pernah bilang dulu .... mo boyong (istilah keluar/lulus/putus dari pesantren), katanya mending nge-kos ..., lebih bebas, iya kan?". "yeeeee ... itu dulu, ...", Angga menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana obrolan pun semakin menarik, dengan kisah ...proses perubahan keputusan Angga. Dalam penjelasannya (lebih tepatnya ... curhat kalee yach.. ^_^), Angga mengungkapkan ... bahwa pada masa-masa awal kuliah dan hidup di pesantren ia merasa sangat tertekan ... dan ingin segera keluar dari pesantren, Hal ini berawal ketika kedua orangtuanya menyarankan untuk masuk pesantren deket kampusnya. Maklum ... seumur-umur ia belum pernah mengenyam pendidikan ala pesantren, setelah lulus SD, ia melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA dekat rumahnya, yang konon belum tersentuh suasana pesantren. Ketika menginjak bangku kuliah, ia merasa keberatan, selain jauh dari rumah ..., perubahan suasana menuju keseharian ala pesantren dengan aturan-aturan yang ada, membuat hidupnya tak lagi nyaman, ...versi hati kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah semester ke-tiga masuk pesantren, Angga pun merasa telah memiliki cukup alasan tuk boyong dan pindah ke kost-an. Nilai semesteran yang di bawah standar ... menjadi alasan utama, di tambah jadwal ngaji ba'da subuh dan maghrib ..., telah merenggut sebagian waktunya tuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah.., yang kian hari ... kian bertambah. Ia merasa tidak bebas kemana-mana, harus ijin ..., musthi pamit bahkan lapor ketika ada tamu dan agenda yang tak biasa, terutama dalam jangka waktu yang lama. Apalagi menikmati gairah pemuda (seperti yang banyak ia temui di lingkungan teman-teman kuliahnya) ..., punya pacar yang bisa dibawa jalan kemana-mana, jikalau ketemu Ustadz, wah .... bisa kena marah. "huft ... menyebalkan, gw mahasiswa gitu lho ...", hati usilnya berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama ... makin kuat keinginan Angga tuk segera "boyong" dari pesantren, akhirnya di awal ujian semester ke-tiga ia mulai mencoba impian dalam angan-angannya. Tidak langsung "boyong" ..., Angga pamit kepada pengasuhnya di pesantren untuk aktif di luar selama ujian semester-an. Ia belajar, tidur dan menghabiskan waktunya di kost-an teman sekelasnya. Hingga pada minggu ke-dua ... , tanpa sengaja ia bertemu dengan Salah seorang sahabatnya dari pesantren, Brahma namanya, di sebuah warung makan yang tak jauh dari kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya Angga ragu-ragu tuk menyapa, "haduh .. gawattt !!, Malu ah ... dah lama gak ngaji", hati kecilnya berkata. Tiba-tiba ... "Assalamu'alaikum .. !!!!, Angga ... kemana saja kug jarang kelihatan, sibuk yach ...???" Kang Brahma menyapa sembari menepuk bahu Angga, seakan-akan terjadi gempa dihatinya, sahabat yg ia hindari karena malu, ternyata menyapa dengan "Grapyak"nya. "hmmm .... , anu Kang, i i iya .. sibuk ujian kampus", terbata-bata Angga menjawabnya. Brahma langsung memposisikan diri duduk di samping Angga, sembari menunggu pesanan makanan. Basa-basi pun berlalu ..., pembicaraan pun entah sampai hingga kemana, mulai dari kegiatan nge-Kostnya hingga kesibukan kuliah, yang pasti pada suatu titik Angga melontarkan sebuah pertanyaan kepada Brahma, tentang apa yang sedang menggelayuti hatinya, membuat perasaannya mendung, dan benar-benar membuat bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang boleh nanya gak, mo konsultasi neh ...???", Angga melontarkan sebuah pertanyaannya kepada Brahma, seniornya. "Boleh-boleh, santai saja lageeeee ...", Brahma mempersilahkan tanpa keberatan. Percakapan menarik pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ Gmana yach ..kang, aku sebenarnya pengen keluar dari pesantren, udah gak kuat?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- hmmm ... gak kuat knapa?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ Setelah kurasa beberapa semester ini, IP (Indeks Prestasi) ku "Jeblok"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Lho kug bisa ...???&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ iya ... menurutku sih, karena kegiatan ngaji di pesantren. aku gak bebas mengerjakan tugas, mana harus persiapan mengaji, menghafal pula. otakku terasa diperasss, gak bebas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- ooooo ... karena itu. Trus rencana "ente" (kamu) gmana?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ aku seh, pengennya "Boyong" ke kost-an aja, biar bisa konsentrasi belajar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Baguss kalau begitu, Brahma mendukungmu ..., turut berdo'a saja, smoga ilmunya berkah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ lhooooo .. kug gitu kang?, Angga kan butuh pendapat dan masukan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- hehehehe ... "ente" ini aneh, pengennya nge-kost ...., di suruh nge-kost malah bingung, udah keliatan yakin, kug masih minta pendapat. "Apa kata dunia ..???" ^_^&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ iya seh ....&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- ya udah ..., karena "ente" maksa, aku hanya bisa berbagi informasi saja, keputusan akhir .. tetep di tangan Angga, Okey ..!!!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ nah .. gitu dong kang ...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- dimulai dari pertanyaan sederhana, apa yg "ente" rasakan selama di kost-an?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ Awalnya sih asyik, terasa bebas ..lepassss, gak ada ngaji, gak ada hafalan ..., pokoknya konsentrasi belajar. Tapiii ....&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Tapi apa ANgga ..???&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ Ada sedikit kekurangan yang kurasakan, seperti ... kost-an terkadang lebih sepi, trus kita dituntut untuk lebih "super mandiri" ... atau dalam bahasa pesantrennya "nafsi-nafsi" ... iya, terkadang lu ..lu, gw ..gw, apalagi klo gak kenal dan gak familiar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- ah ... itu seh biasa, di manapun ... kan hampir sama, "tak kenal ... maka kenalan", hahahaha .... (dengan ketawa khasnya, Brahma berusaha mencairkan suasana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ Gak sekedar itu saja lho ... kang, aku ngerasa ada yg berkurang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- berkurang apanya ...???, aku kug penasaran.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ hmmm .. gmana yach ngomongnya?. ah .. jadi begini, Angga ngerasa kurang disiplin. Shalat ... udah jarang jama'ah, apalagi subuh ... tak jarang baru didirikan ketika matahari sudah bersinar dengan gagahnya. Ternyata .. Angga belum siap di kost-an Kang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- "ente" bener Angga ... , aku juga sering menemukan hal yang demikian di beberapa kost-an temenku. Memang ketika kita berjalan sendirian, terasa begitu berat cobaan tuk ditaklukkan, seperti halnya puasa ramadlon, jikalau dikerjakan di luar bulan puasa (bayar puasa yg bolong ... ), beratnya minta ampuuuunnnn. Makanya Nabi semnpat berpesan tuk kita lewat haditsnya ... "'Alaikum bil jama'ah"-hendaknya kamu senantiasa berjama'ah ...., saling menasehati, saling menguatkan, saling menolong, saling mengingatkan, saling memberi contoh, dan bekerjasama mencurahkan tenaga tuk "kebaikan dan perbaikan" ... itulah jama'ah. Boleh aku bertanya ...???&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ Boleh kang Brahma, nanya apa kang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Dari pengamatan "ente", ada gak temen kita di pesantren yang IP-nya cumlaude (lebih dari 3,5) ..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ ada ... ada&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- seberapa banyak ..???, pernah "ente" hitung?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ hmmm ...1...2...3, wah kayaknya lebih dari 3 orang, mungkin sekitar 7-9 orang kang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Menurut "ente", mereka orangnya pinter-pinter semua ...???&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ bentar ..bentar..., hmmm .. kayaknya cuman 1-2 orang saja, yg laen kulihat biasa-biasa saja ... sama seperti aku lah ...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- nah .. itu dia ...., kita memiliki 24 jam yg sama, porsi ngaji sama ...., bahkan mereka lebih berat, tahfidz 30 Juz cobaa .. bayangkan, kalau gak salah ente hanya "Bin-nadhor" saja kan (Bin-Nadhor : Porsi ngaji hanya sebatas tahsin bacaan ditambah hafalan juz amma, yasin dan kahfi, Bil-Ghoib: hafalan 30 Juz) ...???, pertanyannya adalah ... mengapa mereka bisa, sedangkan kita tidak? ... , musthi ada yg kurang passs bukan?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ hmmm .... mungkin, gmana tuh kang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- "Pemikiran yg gak penting ... cuman buang-buang energi", orang bete, marah, gak puas, dan perasaan kecewa yang laen, jika tidak disalurkan dengan baik/diredam akam sangat merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ maksudnya .. kang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Selama ini, mungkin kita telah "termakan" perasaan kecewa, sehingga setiap melakukan sesuatu, hati kita terus "membara". Ngaji karena terpaksa, belajar dengan perasaan "kecewa", nggrundel, .... ketika dibangungkan subuh .. merasa "tidak terima" dan ingin bebas yang terus dibawa-bawa. coba .....bayangkan, jika "kecewa" itu selama 24 jam terus membuat hati kita membara, gak maksimal kan aktifitas kita ..???, berapa kalori yang terbuang percuma??, berapa energi yang tidak tersalurkan dengan sempurna???. Berbeda dengan mereka yang "ikhlas", menghadapi tantangan dengan menikmatinya, bahkan memaksimalkan potensi di dalamnya, ... mengalihkan perasaan "kecewa" menjadi energi tuk yg positif saja, memiliki keinginan kuat, berusaha sekuat tenaga, positif thinking dengan cita-cita mulia. Meletakkan sejenak "kecewa" itu, ditutup rapat-rapat dalam laci, dan akan dilihat setelah berhasil nanti. "Mereka bisaaa ...., kita pun harusnya juga BISAAA !!!!", iya kan?. Boleh sedikit cerita tentang kang Brahma gak?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ boleh-boleh ..kang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kang Brahma sekarang telah lulus kuliah, menyempurnakan ilmu sebagai bekal dengan Mengaji sambil bekerja. Tahu gak, knapa Kang Brahma berbuat demikian?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;+ gak tahu kang, gmana tuh ceritanya ...???&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Mencari ilmu/mengaji adalah Kebiasaan yang membuatku lebih bermakna, ku bersyukur ... memiliki sebuah bekal tuk hidup di dunia dan alam baka. Suatu saat nanti ... ketika ku telah berkeluarga dan lebih aktif mencari nafkah. Alquran akan menyegarkan kembali jiwaku yang lelah, mengawali malamku ... menjalankan peranku, mendidik, memberi tauladan anak dan isteriku dalam ranah ...  biduk rumah tangga. Senyumku kembali terbuka ..., memenuhi hiasan mawaddah dan rahmah sebelum akhirnya ku merebahkan diri di malam hari, menunaikan hak tubuh atas kinerjanya, yach ... saat ini Kang Brahma sedang berlatih tuk "tidak melupakan" firman Tuhan, Alquran. Membuatnya bukan sekedar kegiatan ibadah, namun sebuah tabiat dan label seorang hamba. Karenanya ... kang Brahma telah membuang jauh-jauh rasa lelah tuk baca Alquran, meski seharian banting tulang. ... sekali lagi, ini sebuah perjuangan ... tuk menjadi seorang muslim yg senantiasa berpegangan. Sesibuk apapun ... dalam sehari musthi ada kegiatan baca alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pendidikan dan aturan dalam pesantren tidak sekedar mengarahkan santrinya tuk unggul secara logika dan keilmuan saja, namun lebih dari itu ... pesantren didesain membantu seseorang dalam menanamkan nilai-nilai, serta mengarahkan tabiat ke sudut terbaiknya. Pada akhirnya, kebaikan menjadi hal yang tak bisa terlepas dari pemikiran, ucapan, langkah dan besitan hatinya. Ia akan merasa gelisah jika tak shalat berjama'ah, Ia merasa ada bagian hidup yang hilang ketika shalat tidak didirikannya, ia tak lagi nyaman ketika lupa akan Tuhannya, Alquran ... benar-benar menjadi bagian dari dzikir dan asupan pokok hati dan pikirannya, As-sunnah menjadi landasan dan referensi dalam setiap langkahnya. Berbagi dengan sesama ... adalah bagian dari penghambaannya kepada Tuhannya. (disusun ulang dari wejangan KH. Masykur).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tak lama Setelah pertemuan tersebut, ... Angga kembali ke pesantren, dengan "kecewa" yang sudah dibuangnya. Ia menikmati setiap aktifitas ke-santri-annya, bahkan kini ... ia telah menghafal Juz-amma, yasin dan kahfi, Buah dari semangat barunya. Subhanalloh ..!!!, Jika Angga bisa .. kita pun juga. !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kisah di atas mengambil latar belakang suasana pesantren dengan segala ke-khas-an di dalamnya, namun sebenarnya, pesantren itu adalah kehidupan kita, ladang amal kita, tempat perjuangan kita ..., yach di manapun kita berada. Penuh dengan ujian, cobaan bahkan rasa kecewa. Tentu ... kesemuanya itu akan menjadi sebuah berkah jika kita bisa me-manage-nya dengan begitu indah. Smoga Alloh senantiasa menolong kita dalam usaha meraih ridlo-Nya, menjadikan kita orang-orang yang istiqomah dengan FirmanNya dan sunnah nabi-Nya, serta menjadikan kita sebagai sosok muslim seutuhnya, bersyukur atas nikmat, bersabar atas cobaan, bijak dalam berbuat, senantiasa tegar dalam bangkit dari kegagalan. Pribadi berkualitas, Rahmatan lil 'alamin. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta-PP.Pandanaran, 29 Maret 2010.&lt;br /&gt;Caksyam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-7313223136609143050?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/7313223136609143050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/03/i-love-pesantren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/7313223136609143050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/7313223136609143050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/03/i-love-pesantren.html' title='i love pesantren'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S7DZsEqIcHI/AAAAAAAAAI8/tpDIQikwsjs/s72-c/santrisaja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-3536685581772521201</id><published>2010-02-11T08:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T14:48:29.214-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alqur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waktu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lilin'/><title type='text'>Lilin waktu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S3Q1PvQGMeI/AAAAAAAAAIY/jGdwQcj81zo/s320/lilin-waktu.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Sore itu mendung begitu pekat, hujan sedemikian derasnya turun dari langit ditemani oleh dzikir geledek yang bersahutan, tak kalah anginpun memainkan perannya, menghempaskan segala yang menghalangi jalannya, memberikan pertanda bahwa Tuhannya sangatlah kuasa dan perkasa di atas segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duarrrr ... !!!!, Ledakan keras terdengar dari kejauhan, sesaat kemudian lampu-lampu di komplek pesantren tempat kami tinggal serempak padam. "Innalillah .... Pasti suara travo meledak tuh ...", salah seorang teman mengomentari kejadian barusan. "hmmm ... bisa lama neh nunggu nyala lagi ...., bisa-bisa gak ngaji ntar malem", teman yg lainpun tak ketinggalan berkomentar. Maklum saat itu kami tengah kumpul, istirahat ... ,setelah beraktifitas seharian, di salah satu sudut "Guthekan" (kamar santri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman datang datang kemudian, sambil membawa rebana ... mengisi waktu dengan latihan seni hadrah. Bukannya tak tertarik, waktu itu ku merasa terlalu lelah, hingga ku putuskan untuk keliling antar "guthekan" di blok yang sama. ..., maklum hujan di luar belum reda, dan lampu listrik belom nyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari kejauhan kulihat ada yang berbeda di sebuat sudut "guthekan", yach ...  cahaya yang tak begitu terang dihiasi suara bergumam (yang pasti ... ini bukan cerita horor lhooo ^_^). Perlahan ku mendekat, mengobati rasa penasaran. Akhirnya setelah beberapa langkah, sampailah di tempat tujuan. Separuh pintu terbuka, sehingga apa yang terjadi di dalam terlihat demikian jelasnya ..., Salah seorang santri sedemikian seriusnya mempersiapkan hafalan Alqurannya, meski hanya berbekal api kecil sebuah lilin yang menyala.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS.103:1-3).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Subhanalloh, Sontak ku bertasbih dalam hati ... serasa seluruh badan luluh menyelami kelalaian diri, terhenti sejenak detak jantungku ... terbuai keindahan sebuah perjuangan dan kegigihan sahabatku. Muncul beribu-ribu motivasi, bahkan berjuta-juta semangat membara. Lari tunggang langgang rasa "Malas" di dada, lelahpun diganti dengan energi yang entah ...datangnya dari mana. Sahabatku benar-benar memanfaatkan setiap detik waktunya, memaksimalkan setiap potensi yang ada, tidak menyerah pada keadaan, mengubah hambatan menjadi kesempatan ... dan aku belumlah demikian, astaghfirulloh.... (dalm hati ku menilai diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Jika tak berani menantang hambatan ...&lt;br /&gt;pantaskah aku menyebut diri pejuang?&lt;br /&gt;Jika tak lekas bergegas ...&lt;br /&gt;akankah ku jadi pemenang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan alasan dan hambatan datang ...&lt;br /&gt;entah dari mana berasal&lt;br /&gt;ketika kaki melangkah ...&lt;br /&gt;Jutaan jalan nan berkah terbuka di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayyasyaaaa' ...&lt;br /&gt;Dia yang menhendaki ...?&lt;br /&gt;atau siapa yang berkehendak ...?&lt;br /&gt;yang pasti ... aku harus bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirulloh ....&lt;br /&gt;hambaMu lemah akan waktu&lt;br /&gt;hambaMu khilaf atas nikmatMu&lt;br /&gt;hambaMu terbuai rintangan palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku ...&lt;br /&gt;Gelapmu tak menutupi terangnya hatimu&lt;br /&gt;semangatmu ... meluluhlantakkan keterbatasanmu&lt;br /&gt;lilinmu mampu membeli waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohumma nawwir quluubana ...&lt;br /&gt;Allohumma sahhil umuurona&lt;br /&gt;Allohumma shohhih ajsadanaaa&lt;br /&gt;Allohumma tsabbit aqdamana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh pancarkanlah cahayaMu dalam hati kami&lt;br /&gt;sehingga kami mampu melewati sisi gelap kehidupan ini&lt;br /&gt;Ya Alloh berikanlah kemudahan dalam urusan kami&lt;br /&gt;sehingga tak mudah patah semangat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh anugerahkanlah kesehatan kepada kami&lt;br /&gt;sehingga lapang perjuangan kami&lt;br /&gt;Ya Alloh teguhkanlah pendirian kami&lt;br /&gt;sehingga tak goyah hingga akhir masa nanti&lt;br /&gt;Amin ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://cakpuis.blogspot.com/2010/02/lilin-waktu-dalam-sempatku.html"&gt;http://cakpuis.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;............&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ku tak berani melangkahkan kaki, meski sekedar tuk menyapa. Hanya cukup terbuai dan terperangah akan pemandangan yang luar biasa. Redupnya lilin tak menghalangi sahabatku tuk meneruskan perjuangannya menyelesaikan hafalan alqurannya. Tertunduk malu ku berbalik ... dengan berjuta bayangan indahnya perjuangan. Bukankah ... para pemburu hadits melewati jarak yang panjang untuk memperjuangkan sebuah nilai dan makna keshahihan dari sebuah tuntunan?. Bukankah ... para ilmuwan melewati ribuan percobaan sebelum menikmati sebuah hasil ilmu pengetahuan?. Bukankah ... tetesan darah dan airmata menjadi bayaran tak terbantah dari perjuangan menuju kemerdekaan nusantara?. perjuangan ... sebuah harga yang niscaya, apapun bentuk dan perspektif koridornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ya Alloh ..., Engkau mengingatkan aku, meski dalam bentuk yang aku terkadang tak tahu. Rahasia takdirMu begitu indah, RidloMu mengungguli dunia beserta isinya, hidayahMu mampu membolak-balikkan fakta, meksi terkadang aku hanya bisa terpana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga mampu membangkitkan kembali semangat kita, tuk lebih gigih dalam mempejuangkan apa yang dicita-citakan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta-PP.Pandanaran, 11 Pebruari 2010&lt;br /&gt;Caksyam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-3536685581772521201?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/3536685581772521201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/02/lilin-waktu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3536685581772521201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3536685581772521201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/02/lilin-waktu.html' title='Lilin waktu'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S3Q1PvQGMeI/AAAAAAAAAIY/jGdwQcj81zo/s72-c/lilin-waktu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-6799071799316160556</id><published>2010-02-06T19:00:00.000-08:00</published><updated>2010-09-29T10:46:41.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis'/><title type='text'>Tidak semua sama ...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S24r80VETpI/AAAAAAAAAIQ/IG-tiicrRFM/s320/catatan-1.gif" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua sama, ... "ya .. iya lah ..., masa iya dong". hmm ... mungkin keumuman rangkaian kata inilah yang tepat untuk mewakili keseluruhan tulisan kali ini. Mengapa? tidak lain dan tidak bukan karena ditemukannya salah satu tembok besar penghalang seseorang untuk terus maju dan berbagi dengan senang. Maksudnya? .... , jadi begini, Mungkin terlihat jelas bahwa beberapa saat ini tulisan dari kami memang benar-benar kering kerontang, berbeda dengan musim penghujan di awal tahun yang demikian derasnya mengguyur tanah air tercinta. Apa sebab gerangan? ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kami melihat beberapa sudut pandang, dan akhirnya mengkerucut pada sebuah pendapat yang mungkin masih prematur tuk dipertahankan, yakni "Tidak semua sama ...", mungkin suatu saat kita diberi anugerah untuk belajar dan berilmu. Di sisi lain ... ilmu tersebut menggenang namun tidak tumpah, hanya mengendap dalam pikiran dan benak kita. Sedikit berbeda dengan para Ulama pendahulu kita yang mengabadikan ilmunya lewat tulisan, mungkin muncul rasa minder dalam diri kita (terutama yang kami rasakan), apakah tulisan kita akan bermanfaat? ..., cukupkah ilmu kita untuk memberikan pendapat atau pandangan atas sesuatu persoalan? ..., siapa yang akan membaca tulisan kita yang terlihat seperti sampah ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tik ..tak ...tik ...tak... tik ...tak, detik demi detik pun berlalu. Berbagai memori kasus dan diskusi pun semakin banyak melaju. Mulai dari pengalaman yang menarik hingga yang tergolong gak bermutu. Akhirnya ... sebagaimana diungkapkan di awal, kami mengambil sebuah kesimpulan, "Mungkin sangat sederhana, namun yakinlah ... bahwa dalam kondisi tertentu pasti berguna". Mungkin bagi kita, apa yang dituangkan dalam tulisan-tulisan kita sangat sederhana dan kurang bermakna, namun ingatlah ... bahwa dunia bukan kita saja, permasalahan tidak sedemikian sederhananya. Banyak sekali di luar sana, sahabat ..., teman atau bahkan orang yang tidak kita kenal akan memperoleh manfaat dari tulisan yang kita bagikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengalaman kecil ingin kami bagikan. Beberapa saat yang lalu kami menulis tentang pengalaman "memunculkan kembali file yang disembunyikan oleh virus". Jujur ..., tulisan yang kami buat pada masa-masa kuliah ini, mungkin sedikit usang untuk masa sekarang, mengingat banyaknya antivirus, baik lokal maupun internasional, yang secara otomatis dan integratif memiliki fungsi yang kurang lebih sama, yakni mengembalikan kondisi hilang (&lt;i&gt;hidden&lt;/i&gt;) dari file-file yang terinfeksi. Sederhananya .. klo bisa otomatis mengapa menggunakan yang manual, iya ..kan?. Singkat cerita, selang beberapa lamanya ... terdapat seorang teman lama, dengan nada rada-rada panik menghubungi via HP dengan sebuah pertanyaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Temanku : "Assalamu'alaikum ...., caksyam pripun kabare?, butuh bantuan neh ...".&lt;br /&gt;Caksyam : "Wa'alaikum salam, alhamdulillah baek. Ini siapa dan butuh bantuan apa yach ...", [hehe ... maklum, waktu itu beliau memakai nomor baru jadi belum terdaftar/unregistered]&lt;br /&gt;Temanku : "iki aku ..., gareng (bukan nama sebenarnya), orang paling ganteng sak kecamatan" [ckckc ... sengaja didramatisir]&lt;br /&gt;Caksyam : "ow alah ... gmana?.., ada apa?"&lt;br /&gt;Temenku : "aku sedang nyervis komputer, file"nya hilang semua, kena virus. Bisa g yach dibalikin?"&lt;br /&gt;aku : "lhooo ... kan bisa pake fasilitas yang ada di antivirusnya"&lt;br /&gt;Temenku : "gak punya antivirus"&lt;br /&gt;Caksyam : "kan bisa rental atau download ...."&lt;br /&gt;Temanku : "gak ada rental/internet .... , di tengah hutan" [^_^ ....???, canda]&lt;br /&gt;Caksyam : "Tenane ..."&lt;br /&gt;Temenku : "beneran ... suerrr !!!, kode yang ente kasih ane tempo hari itu lho...."&lt;br /&gt;aku : "ok ...,ku tuntun yach. akses folder atau drive tempat file yang hilang via DOS. Trus ketikkan perintah ATTRIB -S -H /D * /S".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian ...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Temenku : "Ok..., cak dah beress, maturnuwun, file-file nya dah muncul lagi"&lt;br /&gt;Caksyam : "Alhamdulillah ..., yup sama-sama"&lt;br /&gt;Temenku : "ntar kontak-kontak lagi yach.., Wassalamu'alaikum ..."&lt;br /&gt;Caksyam : "InsyaAlloh, ... Wa'alaikum salam"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;.......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua sama ...., yach apa yang ada dalam benak dan pikiran kita yang sangat sederhana (dari sudut pandang kita), terkadang memiliki nilai yang sungguh berbeda. Kami yakin anda juga pernah kan ... mengalami hal serupa?. Begitu kecil atau sangat sederhana bagi pribadi kita, ternyata memiliki nilai yang begitu besar dan berkesan bagi orang-orang sekeliling kita. sebuah kesimpulan sederhana ..., sekecil apapun tidak ada yang sia-sia. "Robbanaa ma kholaqta hadza bathilaa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pecinta sastra mungkin kenal sekali dengan karya-karya kahlil gibran, yang pada jamannya mungkin tidak sepopuler sekarang-diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia, bahkan mungkin hanya dipandang sebelah mata. Para generasi Islam mungkin sangat mengenal Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Al-Um dari Imam Syafi'i hingga ihya' nya Imam Ghozali (terlepas dari berbagai perbedaan pendapat di dalamnya, Wallohu a'lam). Secara umum, kitab-kitab tersebut disusun untuk memudahkan murid dan orang-orang di sekitarnya (para Ulama penyusun kitab) dalam mengaplikasikan Alquran dan Hadits, dengan berbagai penjelasan yang merujuk kepada keduanya atas permasalahan kehidupan. Saat ini, kitab-kitab tersebut telah tersebar ke seluruh penjuru dunia dan dibaca serta di pahami oleh jutaan umat manusia, dari generasi ke generasi. Subahanalloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach... berawal dari keinginan kuat untuk berbagi apa yang telah kita pelajari sehingga lebih bermanfaat."Al ilmu bi la 'amalin kas syajaroh bi la tsamarin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca, selamat berbagi, selamat menulis !!!, Semoga Alloh meridloi langkah kita semua.&lt;br /&gt;Yogyakarta, 07 februari 2010.&lt;br /&gt;caksyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;br /&gt;Tulisan ini dapat juga diakses via &lt;a href="http://hikmah-caksyam.blogspot.com/"&gt;http://hikmah-caksyam.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-6799071799316160556?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/6799071799316160556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/02/tidak-semua-sama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/6799071799316160556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/6799071799316160556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/02/tidak-semua-sama.html' title='Tidak semua sama ...'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S24r80VETpI/AAAAAAAAAIQ/IG-tiicrRFM/s72-c/catatan-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-298022992841215131</id><published>2010-01-17T06:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T06:59:15.877-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senyum'/><title type='text'>Senyum Anda begitu indah, temukan manfaatnya</title><content type='html'>&lt;div align="left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S1MbU-XTinI/AAAAAAAAAHo/y1lofqxnMCA/s320/caksyam1.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S1McAsM85MI/AAAAAAAAAHw/ouppMUZ7aCo/s320/caksyam.bmp" /&gt;&lt;br /&gt;Yach ... memang bukan hal yg utama, namun pujian untuk anda adalah yang menjadi pembuka dalam tulisan kali ini. Mengapa? tidak lain dan tidak bukan adalah untuk berbagi kebahagiaan, semangat, motivasi dan optimis dalam menghadapi setiap tantangan. Caksyam sedang merayu ...???, jawabnya kurang lebih seperti itu, karena tersenyum bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh siapa saja. Coba perhatikan sahabat kita, orang tua atau bahkan diri kita sendiri yang dalam tekanan, target pekerjaan atau tugas sekolah/kampus, sungguh tersenyum adalah sesuatu yang cukup mahal. Senyum Anda begitu indah ... berkacalah dan percayalah !!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengalaman menarik ingin kami bagikan. Beberapa waktu yang lalu, sebagaimana orang yang ingin senantiasa mengendalikan rasa "Percaya diri" (anda juga kan..???),  kami mencoba untuk mengabadikan beberapa momen penting lewat foto, yach ... foto kita sendiri. Anda tahu apa yang terjadi?, aneh memang ... tapi ini harus diungkapkan sebagai bahan uji coba. Dari sekitar 50-an foto dokumentasi, hanya 5-10% gambar wajah yang tersenyum dengan sempurna, yang lainnya ...???, setelah diperhatikan sekilas, sebagian besar menggambarkan suasana jiwa/hati/wajah yang angker, sangar atau bahkan berwibawa plus menakutkan, hehehehe .... (sengaja didramatisir). Intinya serious habisss dah ... padahal udah dipaksa senyum, sampe lelah tukang fotonya untuk bilang "Senyum dong ....". (maafkan daku, wahai temanku sang fotogrfer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang lain, ketika pernikahan kakak kami, sebagai tuan rumah menggantikan posisi Sang Abah ..., mau tidak mau harus senyum selama seharian. Yach .. dimulai ketika acara walimah pada sekitar jam tujuh pagi, kemudian dilanjutkan acara resepsi hingga jam 12 siang, kemudian terima tamu kondangan hingga jam 10 malam. Praktis ... wajib menarik pipi kiri dan pipi kanan, dengan memperlihatkan putih gigi micky mouse dan alis huruf "N" yang agak datar. Anda pernah merasakannya ...???, Wow ... capek banget, walhasil sebelum tidur ... mijit-mijit pipi dan sekitar wajah yang beku hampir tak berasa. (hmmm ....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini sedikit dapat diungkapkan, bahwa senyum ... secara fisik bukanlah hal yang cukup mudah untuk sebagian dari kita. Perlu latihan ..., perlu keikhlasan ..., perlu alasan ..., bahkan perlu kekuatan hati. Bagaimana meraihnya ...???, tentu jawabnya bisa beragam, sesuai dengan pengalaman dan sudut pandang kita. Namun ada beberapa masukan yang ingin kami bagi, sederhana memang ... berawal dari mengetahui manfaat dan khasiat senyuman yang kita miliki. Penasaran? ... (sama saya juga ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Senyuman Simbol persahabatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernah berkunjung ke Bank? ... atau instansi lain dengan fasilitas pelayanan yang professional?, yach ... di sana dengan sangat mudahnya kita temukan sebuah senyuman, bahkan dari seorang aparat keamanan (yang terhormat bapak/ibu satpam) yang notabene tegas menjaga eksistensi sebuah peraturan. Apa yang kita rasakan?, jujur ... kami merasa nyaman, meski harus bayar lebih mahal... bukanlah masalah besar, bukankah demikian?. mengapa demikian?..., dalam sudut pandang sederhana, dapat ditangkap bahwa senyuman adalah simbol persahabatan, bukankah sebagai sahabat kita rela untuk berkorban. Contoh kecil ketika kita membeli suatu barang, hampir semua orang yang kami temui akan memilih membelinya di tempat orang yang sudah dikenal (sahabat/memiliki nilai persahabatan), meskipun dengan harga yang lebih mahal (100 atau 200 rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, terdapat logika dan pendekatan lain yang bisa dilakukan. Coba perhatikan anjuran nabi "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah ..." (HR.Bukhori). Dalam "matan" hadits tersebut disebut dua buah kata indah, yakni senyum dan sedekah. Senyum memiliki nilai sedekah, yang mana sedekah (sebagai sebuah pemberian secara ikhlash) tersendiri merupakan sesuatu yang dapat bernilai dengan berlipat-lipat ganda, sebagaimana kita mengeluarkan sebagian harta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Nilai yang berlipat ganda dari sebuah senyuman ternyata tidak hanya pahala di sisi Alloh. Secara kasat mata kita bisa melihat kebesaran Alloh dalam firmanNya (QS. 2:261). Yakni ketika seorang pedagang, pengusaha, tenaga pengajar atau staff keamanan menunaikan tugasnya dengan senyuman, niscaya konsumen atau pengguna jasa mereka akan lebih merasakan sebuah nilai penghargaan, kepuasan pelanggan atau bahkan kedekatan dan loyalitas terhadap individu ataupun perusahaan. Hal ini tentu menjadi sebuah magnet tersendiri yang secara tidak langsung menarik klien untuk kembali, bekerjasama lagi. senyum ..., sedekah dengan ribuan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Senyuman membantu dalam berkonsentrasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ini kami dapatkan dari kitab "kaifa tahfadz al-Quran al-karim fi syahr" yang disususn oleh amjad qosim. Dalam bab seni mengonsentrasikan pikiran, Beliau mengenalkan kepada kita tentang metode "tersenyum" dalam mewujudkan konsentrasi yang maksimal. Hal ini dimulai dari adanya aktifitas otak kita yang terus menerus secara natural, berjuta-juta hal terkandung di dalamnya yang saling mengisi setiap sel, setiap waktu dan setiap gerakan. Ketika sebuah permasalahan telah terselesaikan, tidak pelak akan diganti dengan hal lain yang telah menunggu antrian. Oleh karenanya diperlukan kendali berupa pikiran positif, optimis, menyenangkan dan menggembirakan. Bermula dari senyuman. Ingin tahu bagaimana caranya?, mari kita simak ungkapan amjad qosim berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Tersenyumlah untuk mendapat karunia Alloh!, tersenyumlah untuk mendapat anugerah Alloh!, tersenyumlah untuk mendapatkan kedermawanan Alloh!, tersenyumlah untuk mendapatkan kenikmatan dari Alloh!, tersenyumlah untuk mendapatkan cahaya Al-Quran yang ada di hadapanmu! tersenyumlah karena Alloh telah memilihmu untuk menjadi seorang penghafal alQuran!, Tersenyumlah dan tersenyumlah ...."&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apa maksud dari ungkapan di atas?. di sana amjad Qosim menganjurkan kepada para penghafal alQuran untuk memulai aktifitas(menghafal alQuran)nya (yang secara kasat mata begitu berat) dengan tersenyum. Sebagai bentuk optimisme, cita-cita yang tak ternilai harganya, penangkal pikiran-pikiran negatif, bahkan minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih umum, dapat ditarik sebuah garis merah, bahwa konsentrasi akan lebih mudah diraih ketika kita bisa menanggalkan pikiran negatif, pesimis dan bayangan semu tembok besar sebuah hambatan. Tersenyumlah ..., dan bayangkan bahwa usaha anda akan meraih hasil yang luar biasa, tersenyumlah ...., dan bayangkan bahwa hasil belajar anda akan memaksimalkan nilai indeks prestasi anda, Tersenyumlah, .... dan bayangkan bahwa jerih payah anda akan Indah pada saatnya. Senyuman anda adalah sebuah jalan tol bagi ide-ide kreatif, senyuman anda adalah jalan tol bagi solusi sebuah persoalan, senyuman adalah jalan tol bagi persahabatan, rejeki dan kebahagiaan abadi dengan Ridlo Ilahi. Indah bukan ....?????. InsyaAlloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun dan Apapun posisi anda, Senyum Anda begitu indah ... berkacalah dan percayalah.&lt;br /&gt;NB. agar tidak "kaburo maqtan 'indallohi an taqulu ma laa taf'alun", kami telah menerapkan metode di atas, walhasil ... Anda bisa nilai sendiri, hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta-PP.Pandanaran, 17 Januari 2010&lt;br /&gt;Caksyam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-298022992841215131?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/298022992841215131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/01/senyum-anda-begitu-indah-temukan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/298022992841215131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/298022992841215131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2010/01/senyum-anda-begitu-indah-temukan.html' title='Senyum Anda begitu indah, temukan manfaatnya'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/S1MbU-XTinI/AAAAAAAAAHo/y1lofqxnMCA/s72-c/caksyam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-3738826684252304978</id><published>2009-12-06T19:12:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T23:40:29.002-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul adha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sedekah'/><title type='text'>Bersedekah tambah bersahaja</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sxxw4rTB2QI/AAAAAAAAAFw/_87t_WH0Atc/s1600-h/shodaqoh_yuk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sxxw4rTB2QI/AAAAAAAAAFw/_87t_WH0Atc/s320/shodaqoh_yuk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Anda setuju dengan pernyataan pada judul di atas?, &lt;i&gt;may be yesss ... may be no&lt;/i&gt;, heheheh ....yach jawaban seperti itu sangatlah lumrah, mengingat kita semua berusaha bijak untuk menjawab dan menyikapinya, seperti halnya jawaban "di lihat dari konteks dan sudut pandang mana dulu dong ... ?". Sama dengan anda ... kami pun awalnya juga demikian. Namun ... sebagai seorang yang memiliki pegangan (ajaran Islam), tentunya kebijaksanaan tersebut kurang lengkap jika tidak disempurnakan dengan keyakinan sepenuhnya terhadap apa yang tertera dan disampaikan oleh Para Nabi dan Ulama, secara keseluruhan ... yach secara keseluruhan, tidak setengah-setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin ingat dengan pernyataan dalam Alquran "&lt;i&gt;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui&lt;/i&gt;." [2:261], pertanyaannya adalah ... seberapakah tingkat keyakinan dan implementasi kita terhadap ajaran tersebut?, sudahkah kita melangkah dalam bentuk nyata? atau hanya sebatas teori yang sekedar layak untuk dibaca?. hmmm ... , sama dengan Anda, sebagai manusia biasa kami pun juga pernah dalam kondisi dan frame berpikir yang sama ... , masih ragu terhadap hal yang tidak/bahkan belum terbukti secara kasat mata. Namun satu hal "Umum" yang pantas menjadi pertimbangan ke depan dalam memahami dan memaknai hal-hal (ajaran) yang serupa, ajaran yang terkadang akal dan logika kita (&lt;i&gt;insyaAlloh&lt;/i&gt;) belum bisa menerimanya, yakni ... bahwasannya secara sederhana, ber-agama diawali dengan "keyakinan" ... kemudian diperkuat dengan ilmu,logika, pengalaman dan kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh pernah menyampaikan :"Katakanlah !!! ... aku beriman kepada Alloh, kemudian beristiqomah lah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dalam kesempatan kali ini, akan kami bagi beberapa pengalaman dari sahabat, kerabat, bahkan orang-orang dekat, berkenaan dengan beberapa hal di atas, sebagai sebuah dokumentasi, pengalaman dan kenyataan ... dengan harapan menjadi motivasi dan bekal untuk memperkuat keyakinan serta memahamkan logika atas kebesaran Alloh dan indahnya rahasia dalam qodlo dan qadar. Awalnya ..., tulisan ini akan kami beri judul "Bersedekah ... tambah kaya", namun dengan beberapa pertimbangan, rasanya kurang passs ..., mengingat titel orang (yang ternilai) kaya "belum tentu" cukup, bahkan juga "belum tentu" memiliki dampak positif lebih ... dalam lingkungan sekitar atau tetangga bahkan masyarakat yang membutuhkan, sebagaimana semangat sedekah/shodaqoh itu sendiri. Akhirnya ... dipilihlah "bersahaja" sebagai simbol adanya dampak sebuah perbuatan nyata terhadap lingkungan sekitarnya, adanya hubungan antar personal ... bahkan komunal. Bagaimana menurut pendapat Anda? ... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hak kita ... tidak akan dikurangi &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada gambaran berikut, kami akan ungkap cerita keikhlasan seseorang dalam berkurban ..., memang bukan sedekah dalam makna harfiah, namun di sini kami ambil sebuah kaitan dalam hal memberi dari sebagian yang ada dalam diri kita dalam kadar yang sebaik-baiknya. Sebut saja ... "Nur Alim"-bukan nama sebenarnya, seorang mahasiswa tingkat akhir yang baru saja menyelesaikan program KKN-Kuliah kerja nyata-nya. Nur Alim kuliah di fakultas Agama jurusan syariah/Ahwal al-Syakhsiyah pada salah satu Universitas di Jogjakarta. Sebagai layaknya mahasiswa, tentu referensi adalah salah satu surga ilmu tuk melapangkan jalan menuju cita-cita. Sedikit demi sedikit, ia mubculkan kreatifitas tuk menggapai sebuah kebutuhan nyata, mulai dari menulis buletin ..., mengikuti lomba karya tulis, hingga menjadi teknisi komputer-pun tak masalah baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin sedikit heran ... , jurusan Agama koq memilih pekerjaan sebagai teknisi komputer, kayaknya ada yagn salah deh? ... hehehehe, mungkin aneh klo kita berada di jaman penjajah,atau di negeri nan jauh disana yang hanya memperbolehkan penduduknya tuk berpikir dan berbuat secara linier, tidak ada yang tidak mungkin dengan ridlo-Nya...., Dengan bermodalkan tekad kuat, Nur Alim memanfaatkan setiap peluang yang ada, yang ia bisa, yang memungkinkan untuknya tuk menghasilkan rupiah, dan tentunya yang halal menurut ajaran agamanya. Apa yang diperjuangkan?, hingga sedemikian gigihnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah pilihan, dan cita-cita adalah salah satu motivasi terbaik tuk tampil maksimal dalam setiap episode kehidupan, demikian juga dengan Nur Alim, tidak lama ... ia telah kesengsem dengan karya nan apik "Tafsir AL-MISBAH" karya Quraish Syihab, setelah membaca beberapa bagian di antaranya, muncul mahabbah yang luar biasa atas ilmu dan manfaat di dalamnya, hingga terbesit untuk memilikinya, melengkapi referensi dan mendukung kompetensinya. Akhirnya bulatlah keinginannya, ia kumpulkan rupiah tuk membeli buku tafsir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum keinginannya tercapai, kegiatan KKN mulai menyita perhatiannya, yach ... hampir semua waktunya, karena ia harus tinggal dan menyelesaikan semua program yang telah direncanakan bersama anggota unitnya. Di sebuah desa terpencil di daerah pegunungan Kulon progo, Jogjakarta. Setelah dua bulan berjalan, kegiatan KKN pun ... tiba masanya tuk dituntaskan, bertepatan dengan hari raya Idul adha 1430 H. Namun ada yang sedikit berbeda, tidak seperti keadaan di kota yang penuh dengan potensi rejekinya, di desa terpencil ini kurban adalah sesuatu yang begitu istimewa, betapa tidak ... , tidak setiap tahun kegiatan potong kurban bisa dilakukan, karena kondisi perekonomian yang tidak memungkinkan. begitu pula tahun ini (1430 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbesitlah keinginan dalam dirinya untuk memanfaatkan uang yang telah ia kumpulkan untuk membeli kitab tafsirnya, dengan meyakinkan dirinya ... bahwa ia bisa menggapainya kembali di kesempatan yang berbeda, dalam peluang yang ada. Dalam bathinnya, Nur Alim memotivasi dirinya .... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Bismillah ... &lt;br /&gt;Ya Alloh, mungkin aku butuh hasil keringatku &lt;br /&gt;untuk memantabkan perjuanganku di jalan ilmuMu,&lt;br /&gt;namun ku tak mampu menahan mataku, &lt;br /&gt;melihat umatMu tak menikmati Idhul QurbanMu ....,&lt;br /&gt;tak sempurna Adha ... warisan keikhlashan Para Nabi dan Umat terbaikMu &lt;br /&gt;ku mohon HidayahMu tuk memantabkan langkahku..., &lt;br /&gt;ku berhusnudhon kepadaMu ...  &lt;br /&gt;dengan usaha dan anugerah kemampuan yang ada pada diriku, &lt;br /&gt;ku niatkan hasil keringatku ... tuk berbagi dengan UmatMu"&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hari &lt;i&gt;Arofah&lt;/i&gt; (sehari sebelum idhul qurban) pun tiba, ia bersama temannya mengajak salah satu penduduk tuk mengunjungi pasar hewan, dan alhamdulillah harganya pas dengan budget yang disiapkan, hingga keesokan harinya ... idul Qurban pun bisa lebih sempurna dirayakan. Perpisahan Kegiatan KKN menjadi catatan sejarah pengorbanan yang takkan pernah ia lupakan, masyarakat yang membutuhkan mendapatkan anugerah yang mereka impikan, tak pelak hubungan bathin pun semakin erat dalam perasaan dibalut kemanfaatan, pengorbanan dan sahaja ..., hadiah dari Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak genap seminggu, order profesi sampingan Nur Alim sebagai teknisi komputer datang bak hujan deras, bahkan ia terpaksa menyewa tenaga tambahan yang terdiri dari teman-teman se-kampusnya, yach ... teman-teman jurusan Agama. Lebih dari itu bayaran yang diterima pun banyak yang dilebihkan, sebagai apresiasi atas kepuasan pelanggan. Di sisi lain, nikmat Alloh seakan tak hentinya digelontorkan, karya ilmiah yang ia kirimkan dalam sebuah kompetisi hadir sebagai karya terbaik dan layak mendapatkan penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pungkas cerita, rupiah yang ia kumpulkan ... telah cukup tuk menunaikan cita-cita sederhananya, Membeli tafsir al-misbah, lebih dari itu ... ia pun memiliki modal yang cukup untuk segera menyelesaikan skripsi dan melancarkan wisudanya, tidak ada "hak" seorang hamba yang dikurangi, semua ada takarannya, dan Alloh Maha Adil dalam setiap keputusan (Qodlo dan Qadar)Nya. Dalam syukurnya ia melantunkan do'a di sepertiga malam nan Indah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sajada wajhi lilladzi kholaqohu wa showwarohu, wa syaqqo sam'ahu wa bashorohu bi haulihi wa quwwatih&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh ... &lt;br /&gt;ku senantiasa sujud tunduk kepadaMu&lt;br /&gt;mengiringi syukur nikmatMu ...&lt;br /&gt;meski ku sadar ..., tak mampu ku membayar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh ... &lt;br /&gt;AnugerahMu begitu besar untukku&lt;br /&gt;hingga tak bisa diriku tuk berpaling dariMu&lt;br /&gt;menafikan apa yang ada pada diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh ...&lt;br /&gt;janjiMu begitu nyata&lt;br /&gt;hingga mata tak dapat berdusta&lt;br /&gt;hingga hati tak dapat mengingkari&lt;br /&gt;hingga kaki tak dapat berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuteteskan air mataku...&lt;br /&gt;tak sekedar ku terharu&lt;br /&gt;tak sekedar mewakili bahagiaku&lt;br /&gt;namun lebih dari itu ....&lt;br /&gt;aku benar-benar mengakui KeMaha BesaranMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku yakin dengan pintu RahmatMu&lt;br /&gt;Ku yakin dengan Ma'unahMu&lt;br /&gt;ku yakin dengan MaghfirohMu&lt;br /&gt;ku yakin dengan BerkahMu&lt;br /&gt;dalam setiap pengorbanan dan amalku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh &lt;br /&gt;jadikanlah hamba yang lemah ...&lt;br /&gt;bagian dari umatMu yang Kholis&lt;br /&gt;bagian dari umatMu yang Sholih&lt;br /&gt;bagian dari UmatMu yang berilmu&lt;br /&gt;dan ... bagian dari UmatMu yang beramal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sajada wajhi lilladzi kholaqohu wa showwarohu, wa syaqqo sam'ahu wa bashorohu bi haulihi wa quwwatih&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;[ceritanya ... selesai, hehehe ^_^]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat disimpulkan? ... tanpa mengurangi hak Anda, kami pun memberikan kebebasan untuk memperoleh nilai-nilai yang sesuai dengan apa yang ada dalam rasa, logika dan hati Anda. Tentu ... sebagai muslim yang senantiasa berusaha baik, tak layak untuk meninggalkan sebagian ..., meski sedikit, dari apa yang tertera  dalam alquran ... "Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"[61:2]. Oleh karenanya ..., dengan tujuan memotivasi kita semua, kami telah memulai ... mulai dari yang sedikit, mulai dari mengurangi kelapangan tuk menggapai keikhlasan, mulai dari mengerem ... aneka keinginan yang tidak masuk dalam prioritas "dibutuhkan", dengan berbagi ... dengan mengabdi ... dengan memberikan apa yang kita cintai (harta/tenaga/pikiran). Kami sudah memulainya ..., bagaimana dengan Anda? ... ^_^, (haduh ... koq jadi tegang gene yach ..., hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah ..., tidak ada daya upaya dan kekuatan dalam beribadah, melainkan karena ijin  Alloh SWT. Semoga hidayahNya senantiasa menuntun kita tuk semakin mulia, ma'unah-pertolongan-Nya senantiasa menarik tubuh lunglai kita tuk melaksanakan ajaranNya, RahmatNya senantiasa menghiasi hidup kita tuk lebih bermakna, Maghfiroh-ampunan-Nya senantiasa memotivasi kita untuk senantiasa memperbaiki setiap titik kesalahan yang ada. Tidak ada manusia tercipta sempurna ... pun juga kesempurnaan takkan pernah tercipta dengan sendirinya, Semoga sunnatulloh ... senantiasa memberikan inspirasi bagi kita dalam kreatifitas dan cinta menuju ridloNya. Semoga bermanfaat. Amiiiin ya Rab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta-PP. Sunan Pandanaran, 7 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://caksyam.com/"&gt;Caksyam.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-3738826684252304978?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hikmah-caksyam.blogspot.com/2009/12/bersedekah-tambah-bersahaja.html' title='Bersedekah tambah bersahaja'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/3738826684252304978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/12/bersedekah-tambah-bersahaja.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3738826684252304978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3738826684252304978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/12/bersedekah-tambah-bersahaja.html' title='Bersedekah tambah bersahaja'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sxxw4rTB2QI/AAAAAAAAAFw/_87t_WH0Atc/s72-c/shodaqoh_yuk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-2442877144635913218</id><published>2009-11-30T13:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T22:15:52.986-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul adha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harta'/><title type='text'>Kurban motor butut 1430 Hijriyah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SxQ2AU5DjII/AAAAAAAAAFY/3pom8KUbjAE/s1600/senyum-kambing-web.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SxQ2AU5DjII/AAAAAAAAAFY/3pom8KUbjAE/s320/senyum-kambing-web.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;eits ... jangan ketawa dulu yach ..., intinya bukan di foto itu lhoo ...., hehehehe. Kali ini kutulis sebuah note dari beberapa catatan dalam kurban 1430 hijriyah, yach... sebuah pengalaman dari beberapa teman yang kutuangkan dalam sebuah rangkaitan kata dalam cerita, silahkan dibaca ... monggooo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kholis ... nama panggilannya, sebagaimana arti harfiah nama tersebut, sosok yang satu ini memiliki akhlaq yang senada, sebagaimana pernah disabdakan oleh Nabi saw. yagn intinya "nama adalah bagian dari do'a". Meski baru pindah kerja, semangat dan pendiriannya luar biasa. Betapa tidak, ia berpindah dari sebuah perusahaan dengan gaji 4 juta rupiah dan memilih perusahaan kecil dengan hanya 1 juta saja di sebuah sudut kota Malang-Jawa timur, dengan alasan tidak sesuai dengan prinsip hidupnya, syubhat ... katanya. Namun demikian, ia memiliki cita-cita dan kegigihan dalam menggapai ridloNya yang tidak kalah tinggi dan kuatnya. Idhul kurban 1430 Hijriyah kali ini adalah buktinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pagi yang cerah, seakan menggambarkan suasana hatinya. di hari tarwiyah ia pun bergegas menggendong tas dan perangkat kerjanya dengan senyum merekah, seindah pahala puasa tarwiyah yang dijalankannya. Sepanjang perjalanan ia pun melihat hiruk pikuk dunia perdagangan, kambing dan sapi telah ramai diperjualbelikan ... di samping kiri dan kanan jalan, menyambut hari besar, hari idul qurban yang tak lama lagi datang. Tak terasa... setelah beberapa saat mengendarai motor bututnya, air matanya tak tertahan untuk meleleh meski setetes, bukan tanpa alasan..., ia sangat merindukan ibadah qurban, meski cuma kambing yang tak begitu besar, sebagaimana yang ia lakukan di tahun yang telah terlewatkan. Niatnya di tahun ini ... kemungkinan besar tak terwujudkan, mengingat penghasilannya yang jauh berkurang dan uang tabungannya pun terpaksa digunakan untuk berbagai kebutuhan yang tak terelakkan, mulai dari anggota keluarga yang sakit, hingga teman yang benar-benar membutuhkan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bibirnya pun mulai bergetar, menyeimbangkan perasaan sedih yang hampir menguasai alam sadar, berdzikir dan berdo'a seraya mengucapkan "Ya Alloh, Engkau Tuhanku, tiada tuhan selainMu ... Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hambaMu, dan aku berada dalam kekuasaan dan takdirMu, aku telah berusaha semampuku tuk menggapai ridlo dalam pengorbanan untukMu, aku lemah ... aku hamba yang tak terlepas dari alpa dan dosa kepadaMu, dan aku benar-benar mengakui semua nikmatMu atasku... ampunkanlah aku, karena hanya Engkaulah Yang Maha pengampun, dan jadikanlah aku hambaMu yang gigih dan bersyukur, amiin". Seketika itu pula ia menguatkan hatinya sembari mengusap air matanya dan menghibur dirinya, bahwa Alloh Maha melihat atas usahanya ... dan Alloh maha tahu apa yang terbaik untuknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ciiiitttt .... sebelum 10 meter batas parkiran, ia pun menginjak rem motor bututnya kuat-kuat, yach ... maklum belum diservis, kampasnya pun udah hampir habis, malah mungkin minus, dan akhirnya ..... alhamdulillah landing dengan sempurna, dan tidak ada seorang/barang apapun yang terluka ... aman, heheheh.... meski butut, motor ini begitu berjasa baginya, karena itu tak ragu ia parkir di tempat yang selayaknya, terlepas dari hujan dan terhindar dari terik yang mampu mencegah perubahan status "butut" menjadi "hancur" ..[xixixi ... just kidding], intinya apapun nikmat yang diberikan, ia senantiasa menjaga dan merawatnya dengan sekuat tenaga dan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum ...!!!, ia pun menyapa satpam yang siap siaga di pintu loby utama. Wa'alaikum salam, pak satpam pun menjawab dengan senyum simpul dan uluran tangannya. yach ... itulah seklumit tentang suasana kantornya, meski bukan perusahaan dengan gaji tinggi, namun suasana kekeluargaan, senyum sapa setiap lini dengan tugas dan gotong royongnya serta sikap adil dari pimpinannya membuat perusahaan tersebut begitu sempurna. Dalam hatinya ia bersyukur ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang itu adalah hari terakhir kerja sebelum libur panjang akhir pekan, idul qurban dengan hari tasyriknya. Waktu menunjukkan jam 14.30 siang, kurang satu setengah jam dari waktu pulang, mengakhiri aktifitas kantor dan masuk ke dalam suasana liburan, tentu ... sungguh menyenangkan. Jarum jam pun terus berjalan mengikuti sunnatulloh, perintah Alloh Dzat pencipta waktu dan segenap peredaran matahari dan bulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tutut ....3x [hari gene masih tututut .... ckckckc], airphone di mejanya berdering dengan merdunya [eh .. g deng, lebh tepatnya mungkin dengan nada khasnya ... ^_^], "Pak Kholis ... !!!, bisa ke meja saya sekarang?". suara yang tak asing memintanya untuk bergerak singgah ..., suara pak Katib, salah seorang staf keuangan. "OK pak... saya segera ke sana", ia pun berdiri dari kursi yang menemaninya untuk mengabdi dan mencurahkan segenap pikiran dan energinya untuk beribadah memanfaatkan ilmu, sebagai bentuk usaha dalam menggapai rejekiNya. Dengan tenang dan menikmati suasana, ia melewati sekat-sekat antar meja teman kerjanya, senyum sapa dan salam tak lupa ia berikan. Dan akhirnya sampailah di ruang bagian keuangan perusahaan, lantai tiga, blok B2. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Assalamu'alaiikum...", ia mengucapkan salam dan menapakkan kakinya di ruangan paling basah, yach ... ruang bidang keuangan. ^_^ ..... "Wa'alaikum salam, silahkan duduk pak kholis...", jawab pak katib, mempersilahkan. Untaian indah hangatnya hikmah dan rahasia Yang Kuasa atas idul qurban pun mulai dilantunkan ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Begini pak Kholis, ... kami ada kabar gembira&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;kabar gembira apa pak katib? boleh saya tahu&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alhamdulillah, hari ini rapelan kenaikan gaji akan diberikan beserta gaji bulanan ... setelah mendapatkan persetujuan para pimpinan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah ...&lt;/i&gt;.(pak kholis pun mengucapkan rasa terimakasih dan syukurnya atas nikmat Alloh yang tiada terkira)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Silahkan tanda tangan di sini ... , pak katib menyerahkan bukti tanda terima&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Terimakasih pak ... maturnuwun sanget, saya langsung ... mohon diri&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gak dihitung dulu, di depan kasir? ... kekurangan setelah di luar ruangan tidak ditanggung lho ... (dengan senyum khasnya pak katib menggelontorkan joke-nya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;ah ... santai saja, ane percaya ama pak Katib, &lt;/i&gt;ia pun berbalik dengan senyum bahagia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kebahagiaan dan langkah mantabnya kembali ke ruangan, ia berulang kali mengucapkan takbir, "Allohu akbar ...!!! 3x, laa hawla wa laa quwwata illa billah -  Alloh maha besar ....3x, tiada daya upaya dan kekuatan dalam beribadah melainkan atas izin Alloh SWT.". air matanya pun terasa menggenang, seakan tak tertahan. Ia teringat akan niatnya yang kuat ... untuk berkurban di hari lebaran, idul adha 1430 hijriyah. Sungguh bagaikan seteguk air dingin di tengah padang pasir yang kering kerontang, kerinduannya akan ibadah kurban terobati sudah ..., Alloh telah memberikan jalanNya kepada hamba yang benar-benar mengharap ridloNya, sungguh di luar dugaan.... ia membayangkan, jikalau Alloh memberikan rejeki itu jauh sebelum waktunya, mungkin ia takkan bisa leluasa berkurban untukNya, subhanalloh ... semua indah pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jarum jam melaksanakan tugasnya ... dengan tegas, jejarinya menunjukkan jam empat sore, pertanda waktu kerja telah berakhir. Pak kholis pun bergegas, mengemudikan motor bututnya untuk pulang ke rumah dengan wajah sumringah yang sedikit berbeda di pagi harinya. sik .. asik, asik ..asik, dalam hatinya ia menari-nari seakan dunia menjadi miliki pribadi, betapa tidak keinginan yang kuat dan cita-cita yang begitu lekat akan segera didapat, kurban seekor kambing. Dalam pikirnya pun ia berencana ..., mengutarakan maksud untuk berkurban, menemui temannya yang takmir masjid, Pak hafidz namanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adzan maghrib pun berkumandang, ia pun bergegas mengkonsumsi menu takjilan yang telah disiapkan ... dilanjutkan shalat berjamaah bersama keluarga. Setelah membaca kalimah thoyyibah (wirid) dan shalat sunnah ba'diyah, ia pun mengutarakan maksud kepada isteri tercintanya. "Ya .. khumairoh", pak kholis memanggil mesra istrinya ... "ono opo tho pa'e .....?" [jiaahhhh ....gubrak!!!, ketika dua aset kebudayaan menjadi melody kehidupan, Arab VS Jowo ... jadinya melankolis neh...heheheh], sang Isteri mengenali ada hal penting yang akan disampaikan suaminya. "abi bermaksud tuk kurban di hari adha besok... sekitar 1,35 juta abi sisihkan, bagaimana menurut ummi?" ... akhirnya, terungkap juga maksud dan tujuan pak kholis. Dengan senyum khasnya, isteri pak kholis pun mengutarakan isi hatinya "klo ummi seh ... manut saja, selama itu untuk taat kepada Alloh dan RasulNya ...", isteri pak kholis pun mengiyakan... se-iya, se kata dengan maksud hati suaminya. Betapa bahagia hati pak Kholis, mendapat dukungan dan jawaban postiif dari isterinya, semua terasa lebih ringan ... ikhlash pun bergelayut di jiwa dan pikirannya, bebas lepas seakan tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allohu akbar 2x ..., dari kejauhan Sang muadzin melantunkan adzan ala madinahnya, pertanda waktu isya' telah menyapa. "Ummi ... kita bergegas.. yuk, shalat isya' di masjid, habis itu abi mo ketemu pak hafidz, tuk koordinasi kurban yang akan kita jalankan",  ... isterinya pun setuju "iya bah ... ummi berkemas dulu". Sembari menunggu isterinya, pak kholis pun menyalakan mesin motornya ..., sekali... dua kali ... hingga berkali-kali mencoba ... motor bututnya belum menunjukkan sikap bersahabat, mogok... semogok-mogoknya. Hingga akhirnya ... suara iqomah pun terdengar, dan tak mungkin rasanya terkejar tuk shalat jamaah di masjid besar. Akhirnya pak kholis pun memutuskan untuk berjamaah di rumah saja. Sebagai ganti ketidakhadirannya, pak kholis memutuskan untuk berkoordinasi dengan pak hafidz lewat telpon saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam kedua telah dilakukan, do'a telah dimohonkan, kewajiban shalat isya' tlah ditunaikan. Sebagai manusia biasa ... pak kholispun sedikit goyah, cobaan memang tak mengenal apa dan siapa, derajat di sisiNya pun tak datang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Isteriku ... aku koq ragu yach?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;knapa abi ?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;abi sebenarnya mo telpon pak hafidz, menyatakan untuk turut berkurban di hari lebaran. Tapi ... abi kayaknya butuh dana neh ... untuk servis berat motor kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;abi mulai ragu yach ...???, bukankah abi sering mengingatkan ummi ... man yattaqillaha yaj'al lahu makhroja-barang siapa (meyempurnakan) taqwa (nya) kepada Alloh, maka Alloh akan memberinya jalan keluar. Ummi tak keberatan klo musti naik angkutan ke pasar, ummi tak keberatan klo musti jalan menuju masjid sekitar seperempat jam, demikian juga Abi kan ...???&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iya seh ... Abi juga g keberatan ke kantor naik angkutan, tapi ... gmana yach mi ...???&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;keputusan terakhir ada di tangan abi, namun umi telah melihat bahwa niat abi tuk berkurban telah bulat ... dan umi sangat mendukung itu sepenuh hati. Bukankah kebutuhan sehari-hari kita tlah tercukupi, bukankah nikmat yang ada telah kafaah untuk ibadah ...???, bahkan abi sendiri yang cerita ... bagaimana nikmat Alloh atas rejeki yang Abi yakin adanya ... untuk kurban di hari raya.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allohuakbar ... 3x, sejenak pak kholis terhenyak ... , seraya mengucap takbir lirih dan bersyukur atas dijaganya yakin dan keikhlasan lewat isteri yang terus menguatkan. "Bismillah ... , Abi akan telpon pak hafidz. terimakasih Umi ... telah mengingatkan dan menguatkan niat Abi tuk menyempurnakan  niat suci ini" ..., sesaat kemudian niat tersebut disampaikan, dan pak hafidz pun menyatakan siap membantu tuk menyediakan seekor kambing kurban.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya, di hari arofah ... tepat pukul 10 siang, Hp pak kholis bergetar ... pertanda sms datang. "Pak ... kambing tlah siap dengan harga 1,2 juta, silahkan datang ke tempat saya untuk melihatnya - hafidz", membaca informasi ini, Pak Kholis seakan tak percaya ... harga kambing dibawah harga pasar pada umumnya yang diperkirakan sekitar 1,35 juta. Ia pun bergegas menuju ke rumah pak hafidz tuk melihat kambing dan menyerahkan uangnya. Setelah uluk salam..., pamit kepada isterinya, ia pun keluar dari rumah, belum dua langkah keluar dari halaman rumahnya, motor butut di garasi kecilnya serasa memanggil hatinya, akhirnya pak hafidz pun kembali mencoba ..., yach siapa tahu bisa, hati kecilnya berkata. Baru percobaan pertama ... tanpa disangka motornya pun langsung nyala ... seakan mendukung kegiatan ibadah majikannya ... , Alhamdulillah Ya Alloh ... dengan ridloMu  dan kekuasaanMu aku melangkah, bismillahi tawakkaltu 'alalloh, laa hawla wa laa quwwata illa billah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciiiitttt ... sebagaimana biasa, ia tekan rem kuat-kuat..., 10 meter sebelum garis finish depan rumah pa hafidz. Dalam pertemuan itu.... pak kholis puas dengan kambing yang ditawarkan, cukup memenuhi syarat musinnah, tidak ada cacat dan memenuhi syarat keutamaan kurban. Pertemuan itu pun menghasilkan kesepakatan, kedua belah pihak saling setuju antara harga dan barang, dan kambing pun siap tuk dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan pulang, pak kholis pun teringat akan keadaan motor bututnya yang kurang bersahabat, akhirnya ia pun mampir di bengkel terdekat ..., dan mencukupkan untuk servis yang ternyata tak begitu berat. Anda tahu berapa biaya total servis? ... yach tidak lebih dari 150.000 rupiah, passs ... dengan sisa budget yang ia sediakan sebelumnya untuk kurban di hari raya. Setibanya di rumah ... ia pun menceritakan kepada isterinya beberapa kejadian yang luar biasa, bahwa kedua kebutuhan untuk kurban dan servis motornya tercapai sudah, semuanya dengan skenario yang sempurna ... dalam naungan ridlo Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Ya Alloh ... maafkan hambaMu yang lemah dan telah berburuk sangka&lt;br /&gt;Ya Alloh ... kuhaturkan syukurku kepadaMu atas nikmatMu yang tiada tara&lt;br /&gt;Dalam pertolonganMu niatku tercapai sudah&lt;br /&gt;Dalam RidloMu ... perjalanan hidupku begitu indah&lt;br /&gt;Dalam ma'unahMu ... ku bersanding dengan pendamping yang sholihah&lt;br /&gt;yang senantiasa menguatkan aku ketika goyah ...&lt;br /&gt;menghibur hatiku di kala gundah ...&lt;br /&gt;menjadi permata hati yang menentramkan jiwa ...&lt;br /&gt;Allohu akbar ... Allohu akbar ... Allohu akbar ..., walillahilhamd.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetesan air mata syukurnya menghiasi idul adha 1430 hijriyah yang begitu indah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;=========================================&lt;br /&gt;semoga kita semua diberi anugerah oleh Alloh untuk senantiasa taqorrub kepadaNya, berilmu dan mengilmukan saudara kita, mengabdi dan berbaik sangka kepadaNya. Semoga bisa diambil hikmah. Wallohu a'lamu bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jogjakarta-PP. Pandanaran, 1 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://caksyam.com/"&gt;Caksyam.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-2442877144635913218?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/2442877144635913218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/kambing-kurban-sebuah-anugerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2442877144635913218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2442877144635913218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/kambing-kurban-sebuah-anugerah.html' title='Kurban motor butut 1430 Hijriyah'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SxQ2AU5DjII/AAAAAAAAAFY/3pom8KUbjAE/s72-c/senyum-kambing-web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-8293146184099323025</id><published>2009-11-20T18:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T23:39:43.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pejuang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kyai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veteran'/><title type='text'>Mbah Manan ... Pejuang beriman</title><content type='html'>&lt;img align="left" border="0" hspace="5" src="http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SwdRhwxYuAI/AAAAAAAAAEg/SBW_EN9mZ74/s320/Bung_Tomo.png" /&gt; Mungkin isi tulisan  ini terlalu berlebihan atau sebaliknya ... kurang menggambarkan, namun ... jujur, yang pasti Beliau adalah salah satu sosok berpengaruh dalam hidup dan perkembangan logika serta prinsipku. Mungkin aku salah menilai beliau, namun ... tidak mengurangi nilai objektifitas, Andapun berhak menilanya dari kisah dan cerita yang kuterohkan melalui kata-kata. Pagi itu ku bangun dalam keadaan kaget, gak tahu kenapa tiba-tiba langsung duduk dan nafas tersengal seperti habis lari karena dikejar-kejar, mungkin karena tadi malem kurebahkan diriku terlalu sore, sekitar jam 8.30 malam, karena kelelahan setelah beraktifitas ekstra seharian, sehingga jam tidurkupun melewati batas kebiasaan. Tuk mengurangi kondisi tak terkendali, akupun membaca istighfar berulang kali. Namun ada yang aneh di awal sepertiga terakhir malam itu, tiba-tiba saja aku rindu dan terbesit dalam pikiranku sosok sahabat, tetangga, guru, Mbah ... yang sangat dekat denganku, yach ... itulah "Mbah Manan". Meski beliau sudah meninggal kurang lebih 14 tahun yang lalu (1995), ceria dan sinar wajahnya masih begitu jelas dalam pikiranku, sosok tegas dalam kebijaksanaannya, sabar dalam gigih dan gagahnya, mengayomi dalam amanah besar di tangannya, membuatku tak henti tuk menghaturkan fatihah dan do'a memohon karunia Alloh untuknya. Penasaran ...??? berikut kisah lengkapnya (dalam ingatan kami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Mbah Manan di mataku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gaul ... mungkin itu bahasa sekarang untuk menggambarkannya. Beliau begitu lekat dengan siapa saja. Berbeda dengan kondisi yang banyak terlihat sekarang, beliau tidak se-ekskusif hartawan, dengan tembok pagar rumah tinggi menjulang. Rumahnya senantiasa dikunjungi siapa saja ... bukan hanya pada hari-hari besar/lebaran, namun juga di hari-hari yang biasa-biasa saja. Maklum ... beliau menggandeng masyarakat sekitar dalam program padat karyanya, panen padi, kedelai, jagung dan berbagai palawija lainnya. Tidak kurang dari 25-an anak di desa kami bermain di rumahnya, selain karena anaknya yang berjumlah lebih dari lima, pun juga beliau tak keberatan mengasuh anak-anak yatim dan cucu-cucunya, rame banget dah. di tambah kicauan burung, dan "meong"-an kucing yang juga tak sedikit jumlahnya. Selain itu ... waktu itu, beliau adalah pemilik Televisi satu-satunya, meski masih hitam putih, (heheheh....), sehingga tak jarang di ruang tamunya yang begitu besar ... menjadi tempat tidur massal, tinggal pilih ... nonton TV sambil tidur, atau tidur sambil nonton TV, ckckckck...(g kebayang dah...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukuran ...syukuran dan syukuran. Inilah konsep sedekah yang beliau sering gunakan. Memahami isu kesehatan dan layak pangan pada waktu itu, beliau tidak segan-segan mengadakan syukuran dengan mengundang seluruh anak-anak tetangga bahkan dusun sebelah. Meski sepele, hanya ulang tahun cucunya ataupun panen hingga perhelatan nikah keponakannya (gak hanya anaknya saja) yang di adakan atas swadaya dan penuh keikhlasan tanpa beban di halaman rumahnya, maklum ketika itu memang .. banyak sekali anak yatim, baik dari kerabat beliau ataupun tetangga sekitar. Kelapangan hati ini didukung oleh si Mbah puteri, isteri beliau. Selain lihai meramu masakan berbahan alam (berbeda dengan sekarang, hampir semua tersedia di mall waralaba dgn campuran bahan kimia), si Mbah putri juga adalah orang-orang yang pandai menempatkan diri, hingga tidak ada dari kami yang merasa seperti orang lain, semua adalah saudara. Salah satu penumbuh ikhlas Mbah Manan adalah prinsip ... "semua orang punya rejekinya masing-masing, termasuk melalui apa yang Alloh berikan dan amanahkan melalui nikmat di tangan ... Cukuplah bagi Mbah untuk makan secukupnya, asalkan melihat orang sekitar senang itu adalah kesyukuran" di suatu kesempatan beliau menyampaikan. Sebagaimana tidak ada cerita orang jatuh miskin karena sedekah, demikian pula apa yang terjadi dengan Mbah Manan, kian hari kebun, sawah dan hasil panennya kian melimpah. Dengan pernyataan tersebut, pada saat ini Hati kecil kami pun berujar, mungkin Para petani akan lebih sukses jika belajar lebih banyak kepada beliau. Mulai dari kreatifitas, kerja cerdas, hingga kelapangan hati dan kedekatannya dengan Yang Atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang kecil tak segan buta, orang besar tak enggan menyapa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pernah mendengar sebelumnya bahwa beliau adalah santri, namun yang pasti dari sekiltas pengamatan kami, lingkungan yang "islami" akan berdampak dalam pembentukan karakter dan pribadi sejak dini. Betapa tidak, sudah menjadi tradisi anak-anak di daerah kami lancar dalam baca Al-quran, sangat antusias dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, karena porsi yang sungguh tinggi. Mulai dari pelajaran agama disekolah umum dan MI (Madrasah Ibtidaiyah-berbeda dgn sekarang keduanya menjadi satu, di daerah kami masih terpisah dan banyak di antara kami yang sekoleh di keduanya .... 2 sekolahan dalam sehari, pagi dan siang hari), dilanjutkan kegiatan mengaji (sekarang mungkin TPA) di penghujung hari yang berakhir hingga adzan isya' berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih demikian dengan Mbah Manan. Meski bukan kyai, dengan buah pendidikan lingkungan yang "Islami" membentuk pribadi beliau mampu memposisikan diri untuk berjuang menegakkan kalam ilahi. Semangat keagamaannya diwujudkan dalam pengorbanan dan amal. Sebagian kebun di samping rumahnya di petak menjadi musholla, mengingat pada saat itu masjid cukup jauh, lebih dari itu ...  beliau juga membeli sepetak tanah di tengah desa kami, untuk dibangun sebuah masjid, yang sekarang telah berdiri tegak hingga kini. "Shalat berjama'ah hendaklah ditegakkan ...!!!, itulah konsepnya dalam membentuk semangat keagamaan dalam lingkungan sekitar". Dari hal-hal keseharian inilah ... Mbah manan banyak dikenal ditambah dengan semangat silaturahminya dengan para Kyai, semakin memantapkan langkahnya dalam setiap posisi duniawi dan ukhrowi (Berkumpullah dengan orang sholeh : salah satu syair dalam tembang "Tombo Ati"). "Orang kecil tak segan buta, orang besar tak enggan menyapa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebuah kenangan : yang sunnah ... musthi dipertahankan !!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang, Mbah manan pulang dari sawah. Melihat kami asyik bermain, Beliau dengan senyumnya mengajak kami bersama-sama menuju musholla. "Yuk karo mbah ...brangkat nang musholla", beliau menyapa kami. Hingga kebetulan aku terakhir berada di tempat wudlu bersama Mbah Manan. "Ayo wudlu...tak barengi" ... ucap Mbah Manan, mendengar ini ... hatiku dag dig dug dueerrrr !!!, grogi tak karuan. Langsung saja kubasuh muka, tangan, kepala dan kaki, kemudian kuakhiri ... menuju musholla. "Lho koq ngono thok ... !!", Mbah Manan mengoreksi. "lha terus ... piye mbah?, wis lengkap tho...?" (sambil cengengesan ..ku jawab pertanyaan). (biar lebih mudah, bahasa "jawa"nya gak kusertakan saja ... ), "hidungnya belum bersih, manisnya gula masih di gigi, Kupingnya belum dibasuh ... do'anya belum dilantunkan, iya kan?" . Karena seneng "ngeyell" ... akupun menjawab "lho kan sunnah ..g wajib, jadi tetep sah tho ...wudlunya???", Mbah Manan kemudian tersenyum dan menjawab dengan perbuatan "Coba ulangi wudlunya dan tirukan Mbah ..., ntar tak kasih tahu alasannya" Mbah langsung praktik hingga do'a dan aku menirukannya.... sesaat kemudian, dalam langkah kami dari tempat bersuci, Mbah Manan mengungkapkan "Kalau kita senang mempertahankan yang sunnah, minimal yang wajib masih terjaga. Lha klo sunnahnya saja gak ada, benteng yang wajibnya apa hayuuu...???, apalagi enggan melaksanakan yang wajib, gak punya benteng sama sekali". Akupun manggut-manggut (bahasa indonesianya pa yach...?, lupa aku).., sambil berusaha memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mbah Manan di mata seorang veteran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang ini, mungkin tidak akan pernah terungkap kalau saja lek salam tidak berada di saat yang tepat. Betapa tidak, secara tidak sengaja, saat itu lek salam (lek = panggilan singkat dari pak lek, yang mewakili seseorang meski tidak ada hubungan saudara dan umurnya lebih muda dari ayah kita) bertemu dengan sahabat "Pejuang" Mbah Manan, seorang veteran, sebut saja Mbah Adi. Datang sesosok lelaki tua yang juga berkunjung ke sanak saudaranya yang sedang sakit di tempat yang sama. menghilangkan kepenatan, Beliau (Mbah Adi), berjalan menyusuri lorong ruang tunggu rumah sakit yg penuh suasana kesedihan. Karena terlihat agak santai, diajaklah lek salam untuk ngobrol barang sebentar, lumayan ... menambah kenalan dan saudara seiman. Assalamu'alaikum ...!!!, Mbah Adi membuka komunikasi dengan lek salam, "Wa'alaikum salam...", lek salam pun menjawab dengan penasaran. "Nunggu saudara yg sakit juga Dik ...??", Tanya Mbah adi. "Oh iya ... Bapak saya yang sakit pak", jawab lek salam. Dan obrolan pun berjalan mengalir ngalor ngidul (ke mana-mana) tuk menghilangkan kepenatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga suatu saat ..., ketika lek salam bilang bahwa ia dari daerah Winongan-Pasuruan, Mbah Adi memegang kaki lek salam, menghentikan pembicaraan. "Tadi adik bilang ... berasal dari winongan-pasuruan ?", tanya Mbah Adi. "Yach benar... ada yang salah pak?", jawab lek salam. Kemudian Mbah Adi bercerita tentang mengapa ia menghentikan pembicaraan ketika lek salam bilang berasal dari winongan-pasuruan..., kurang lebih sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ah ... gak, cuman aku punya teman dekat...di sana, seorang sahabat yang aku kagumi hingga sekarang. Dulu kami bersama dalam perjuangan melawan penjajah. Beliau memiliki kelebihan di antara teman-teman seperjuangan, cerdik ... tegas ... berani, taat beribadah, motivator dan setia kawan. Beliau adalah salah satu pemimpin di antara kami, serta orang yang terdepan ketika merebut senjata dari gudang-gudang penjajah. pokoknya .... klo masalah gudang senjata, beliau ahlinya...kreatif dalam bergerilya. Selain itu, beliau juga pandai naik kuda ..., sehingga tak jarang beliau berangkat sendiri memecah belantara untuk koordinasi dengan gerilyawan di bawah komando Panglima Sudirman, mewakili teman-teman. Namun ... ketika kondisi sudah mereda, beliau menyatakan keluar dari kesatuan, alasannya sederhana, "Ingin bersama istri dan anaknya ..., mendidik hingga akhir hayatnya". Sejak saat itu ... kami tidak pernah bertemu lagi, bahkan pada kesempatan hak tunjangan ... beliau tak pernah mengambilnya hingga kini .&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;(cerita dipersingkat ...., karena g hapal betul kisah lengkapnya, namun beberapa intinya seperti demikian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, Lek Salam pun bertanya, "Boleh tahu siapa nama sahabat Bapak?, mungkin saya kenal". Mbah Adi menjawab ... "Abdul Manan", Sontak dalam hati lek Salam kaget dan penasaran seraya berucap "Allohu akbar ...3x", kemudian lek salam menyambung jawaban tadi karena penasaran, "Nama bapak saya juga ... Abdul Manan". Tanpa basa-basi meski belum pasti ... Mbah Adi pun memeluk erat lek salam seraya berucap "astaghfirullohal'adzim ....., nak ... bawa aku ke Bapakmu, siapa tahu dia adalah teman dekatku". Sesaat kemudian lek salam mengantar Mbah Adi menuju ke dalam kamar perawatan. Seketika itu pula, Mbah Adi pun meneteskan air mata... setelah melihat dengan kasat mata, bahwa yang terbaring sakit dan tergolek lemas itu adalah memang benar-benar sahabatnya. "Allohu yasfik ....3x, Syafakalloh ya ... Manan ..3x", Mbah Adi berulang kali membisikkan kata-kata tersebut sambil berbisik dan menciumi pipi Mbah Manan. Setelah kondisi haru dan sedih mereda ... kemudian Mbah Adi meminta ijin kepada keluarga untuk mengajak Lek salam keluar sebentar. Dalam kesempatan tersebut, Mbah Adi mengajak dan memperkenalkan lek salam kepada keluarganya, serta mengurus bebas biaya untuk perawatan Mbah Manan melalui kantor pengurus veteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya Memang tidak ada yang tahu, tentang kiprah Mbah manan di zaman penjajahan, karena beliau memang tidak pernah bercerita, bahkan kepada anaknya sekalipun. Benar-benar dikubur begitu dalam. Hingga akhirnya setelah Beliau meninggal, ditemukan banyak bintang penghargaan dalam sebuah kotak lusuh yang tersimpan rapat dalam kesunyian, sebagaimana penghargaan yang dikaruniakan oleh Alloh dalam hari semayamnya, sebuah pelangi indah menghiasi keranda dan kuburnya (sebuah informasi dari pelayat), subhanalloh ...AllohuAkbar !!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebuah titik tolak kerinduan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ... bahkan sangat mungkin sosok nyata "Mbah Manan" hadir dalam kehidupan kita semua, Siapapun mereka, dan hal ini bukan monopoli pribadi kami semata. Tentu kita juga dengan mengharap Ridlo Alloh SWT. berusaha menjadi pribadi mulia seperti mereka, mampu membangkitkan diri dan memposisikan diri untuk bermanfaat hingga akhir hayat nanti. "Gajah mati meninggalkan gading, manusia meninggalkan nama" ... sebuah pepatah yang musthi mengilhami setiap langkah kita sebagaimana pesan Nabi yang mulia tentang konsep amal jariyah dan ilmu manfaat, bukan hanya dalam bentuk harta, namun juga investasi kebaikan yang terus dipertahankan, nilai-nilai semangat luhur yang senantiasa dimantapkan dalam langkah, dalam ucap, dalam hati, dalam pikiran .... bukan hanya untuk orang-orang sekitar kita, namun juga anak bahkan cucu dan generasi selanjutnya. Bismillah ... mari berdo'a untuk mereka para inspirator, motivator dan sosok yang telah memberikan kita secercah penerang dalam nilai yang terus diterjang menjadi begitu gersang, semoga Alloh memberikan beliau-beliau maghfiroh, rahmat dan ridlo-Nya, &lt;i&gt;Allohummaghfirlahum ... warhamhum... wa'afihim, wa'fu 'anhum, wa akrim nuzulahum, wa wassi' madkholahum, Amin ... bi ridloka yaa Rohman, ya rokhiim.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta-PP. Pandanaran, 21 November 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://caksyam.com/"&gt;Caksyam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-8293146184099323025?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hikmah-caksyam.blogspot.com/2009/11/mbah-manan-pejuang-beriman.html' title='Mbah Manan ... Pejuang beriman'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/8293146184099323025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/mbah-manan-pejuang-beriman.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/8293146184099323025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/8293146184099323025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/mbah-manan-pejuang-beriman.html' title='Mbah Manan ... Pejuang beriman'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SwdRhwxYuAI/AAAAAAAAAEg/SBW_EN9mZ74/s72-c/Bung_Tomo.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-2096383048891082870</id><published>2009-11-09T21:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T11:35:06.394-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='do&apos;a'/><title type='text'>Belajar Ikhlas lewat do'a</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nambas.files.wordpress.com/2009/11/13555_1138626195798_1531703017_30369137_7650697_n.jpg?w=280&amp;amp;h=372" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://nambas.files.wordpress.com/2009/11/13555_1138626195798_1531703017_30369137_7650697_n.jpg?w=280&amp;amp;h=372" width="241" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Amin ... amin... amin...., seorang temenku dengan khusu''nya berucap ketika mendengarkan percakapan penuh do''a. "hoey ... ngomong dong !!!, amin melulu ..", seorang temenku yg laen dengan nada guraunya protesss ...., kemudian sang pengucap "amin" pun menjawab : "lho kan sayang..low ada yg memuji, berucap baek dan berangan-angan klo tidak di amini, ntar klo ada malaekat lewat gmana ???...., kesempatan g musthi datang dua kali lho.... hehehehe".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kejadian tersebut, aku senantiasa tersenyum.... dan mengamini meski dari sudut pandang yang berbeda. do''a ... do''a dan doa ... sebuah bentuk penghambaan lewat kata-kata, pengakuan atas kelemahan, pengharapan atas karunia dan kejujuran inderawi atas kebutuhan akan sentuhan ridlo dari Yang Maha Esa dan Pengabul segala apa yang terbaek bagi hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah terbiasa berdo''a ...???, kami yakin setiap insan dengan penuh keyakinan akan menjawab "Ya...", dan memang itulah seharusnya, lalu untuk siapakah do''a tersebut dilantunkan...???, ...Dalam salah satu unsur khutbah jum''at ... terdapat "Do''a untuk umat islam secara keseluruhan", adakah yang aneh disitu? .. mari coba kita tengok lebih jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berdo''a dalam keadaan membutuhkan, secara otomatis akan berdo''a dengan sungguh-sungguh, khusyu'' bahkan tidak segan-segan untuk membiarkan mata mengurangi hak lebihnya (bangun di tengah malam), dan tubuhpun mengamini dengan setianya, dengan bahasa lain dapat kita sebut dengan "Berdo''a dengan penuh keikhlashan". Demikian pula ketika terdapat kerabat, keluarga, teman atau orang dekat kita tertimpa musibah/masalah ... beberapa dari kita pun rela untuk "Berdo''a dengan penuh keikhlashan", tanpa berharap "kembalian" atas harga lebih yang kita berikan. Sudahkah do''a itu karena Alloh .....? (hmmm ....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat kami bertemu dengan seorang teman, kebetulan bersama dalam satu bus untuk kursus. Kebetulan saat itu bus lumayan penuh, sehingga kami pun terpaksa duduk sambil berdiri (...heheh, jangan di bayangin duduk sambil berdiri tuh kayak apa ..., intinya bayar tetep sama, fasilitas berbeda). Di tengah perjalanan terdapat seorang Ibu hamil naek di bus yg sama, tentunya musti berdiri juga karena kursi sudah terisi semua. Tiba-tiba terdapat seorang kakek berdiri dari kursinya dan mempersilahkan ibu hamil tersebut untuk menggantikannya, dengan senyum sumringah sang kakek mempersilahkan "Bu silahkan dduduk di sini saja ....., biar g lelah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu kudengar bisikan temanku bergumam sambil menengadahkan tangannya, "Subahanlloh ...., Allohummaghfirlahu ... warhamhu..wa''afihi...wa''f ''anhu". Dengan heran aku pun jadi pengen usil dengannya ... akhirnya ku ajukan pertanyaan yang usil pula karena penasaran, "Pren ... barusan ente ngapain, koq baca do''a yang dibaca saat shalat jenazah ....?"...., hehehehe ... temenku tersenyum, memahami keherananku. Entar aja jawabnya ..klo dah nyampe., "OK Bosss ....", aku mengiyakan permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak sopir pun menginjak pedal remnya, ketika kami dibantu sang kondektur bilang "kiri ....kiri ...kiri Pak !!",  dan akhirnya sampailah kami beberapa meter dari tempat tujuan. Sambil jalan temenku memenuhi janjinya..., dia pun menjelaskan, "tadi aku berdo''a ... sebagai simbol kekaguman, penghargaan dan penghormatanku terhadap Sang kakek, adapun do''a shalat jenazah tersebut.... cobalah untuk diperhatikan lebih cermat, bukankah artinya ... Ya Alloh ampunkanlah dia, rahmatilah dia ....dst???, namun aku g menambahkan wa wassi'' madkholahu (luaskanlah kuburannya) , karena dia belum mati...ckckkckckck". oooo gitu..aku menjawab, dan kami pun berlalu sambil ketawa ketiwi ... akan keusilan kami, hehehe...&lt;br /&gt;dalam hati kecilku .... mengatakan "Subahanalloh... luar biasa, meski g kenal... sobatku berdo''a dengan ikhlashnya untuk sang kakek".&lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;Senada dengan kondisi di atas, sering juga kita temukan sebuah keikhlasan dari Sang kyai atau para ulama yang dengan mudahnya mendo''akan saudaranya sesama islam meskipun belum kenal, tidak tahu dan bahkan belum pernah bertemu ..... dan justru do''a semacam inilah merupakan salah satu jenis do''a yang mustajabah, atau dikabulkan oleh Alloh SWT. Jujur ... cobalah sesekali kita tanpa sebab yang jelas mendo''akan orang-orang yang tidak kita kenal ..., tidak pernah bertemu langsung.... dan tidak ada sama sekali sangkut paut dan kepentingannya dengan kita ...., apa yg kita rasakan????, sia-sia ....???, senang karena berbuat baik ...??? atau  ada perasaan yg lain..????, tentu hanya masing-masing dari kita yang bisa menjawabnya dengan tepat. Di sinilah mental keikhlasan mulai dilatih.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa manfaat dari ringan do'a?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jawabnya sudah jelas.....yakni belajar "IKHLASH". Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar ditengah perkembangan budaya kapitalis dan individualis ....dalam pribadi modern dewasa ini... (WOW ... koq jadi berratttt yach bahasanya...heheheh, yach MAAF .....!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berdo''a untuk orang lain, tanpa harap pamrih, tanpa ada efek secara pribadi ... tentu merupakan salah satu bentuk sebuah keikhlasan. Maka di sinilah sebenarnya sebuah momen penting bagi seseorang untuk "belajar dikabulkan do''anya" .... (keterangan hadits), untuk belajar mengasah perasaan, hati dan keihlasannya, hingga pada akhirnya menjadi hamba yang senantiasa bahagia dengan melihat orang lain bahagia, peduli dengan lingkungannya dan InsyaAlloh senantiasa dekat dengan Tuhannya lewat do''a-do''a di media non-formalnya ..... (Spontanitas di luar shalat, dzikir ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut kami ingin menyampaikan sebuah hadits...."Perbanyaklah permohonan do''a kebaikan untukmu (kepada siapa saja), karena sesungguhnya engkau takkan pernah tahu, do''a siapa yang dikabulkan....". Nah ... dari keterangan hadits" di atas, terdapat salah satu garis merah yang bisa diejawantahkan, yakni hubungan antara terkabulnya do'a dan keihkhlasan (bebas nilai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita saling mendo'akan .... semoga kita semua memperoleh yg terbaik dari Yang Maha Esa, dan kita semua menjadi hamba-hambanya yang shalih dan kholish ...., tentu tidak ada lagi yang meragukan kualitas orang yang ikhlash ..... terlebih lagi dalam hal ibadah dan beramal (keterangan hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohummaj''alnaaa minas shalihiiiin .... Allohummaj'alna minal kholishiiin ...3x&lt;br /&gt;(Ya Alloh jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang Soleh dan jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang Ikhlash ....) . Amiiin..., semoga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP. Pandanaran, 26 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://caksyam.com/"&gt;Caksyam.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-2096383048891082870?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/2096383048891082870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/belajar-ikhlas-lewat-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2096383048891082870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2096383048891082870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/belajar-ikhlas-lewat-doa.html' title='Belajar Ikhlas lewat do&apos;a'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-2600527043635321627</id><published>2009-11-09T21:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T11:37:35.494-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesantren'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lamaran kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='do&apos;a'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alqur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahfidz'/><title type='text'>Menghafal Alqur'an Karena Malu kepada Alloh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sx1ZZ6lQ-bI/AAAAAAAAAGA/Kb7WXdOelkc/s1600-h/ALLAH_Qurani_Karim_Islam_by_NamfloW.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sx1ZZ6lQ-bI/AAAAAAAAAGA/Kb7WXdOelkc/s320/ALLAH_Qurani_Karim_Islam_by_NamfloW.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Berbagai hal bisa memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu, bahkan hal-hal yg mustahil ..., namun satu hal bisa kita perhatikan ... yakni ketika manusia termotivasi, tidak jarang muncul kekuatan tersembunyi dan potensi tinggi menyertai usaha dan semangat tinggi dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu dini dan idealis ... jika mengungkap sesuatu hal positif yang dilakukan hanya karena Alloh, jujur ... berbeda dengan para Nabi dan Rasul, sebagian dari kita adalah manusia biasa, namun satu hal yang dapat ditarik sebuah garis merah ...( sebagaimana Alloh menciptakan dunia beserta isinya melalui apa yang dinamakan dengan "Sunnatulloh") ... SEMUA BUTUH PROSES.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hmm  .. . berkenaan dengan apa yg kami utarakan di atas, jadi teringat sama kenang-kenangan diskusi singkat kami bersama salah seorang sahabat, tentang berbagai hal ... termasuk motivasi untuk menghafal Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritis ... terlalu idealis ... sangat optimis, mungkin sebagian dari kita akan terperangah ketika bertemu dengan sahabat dengan "spesifikasi" demikian, termasuk saya .... ^_^, hehehehe ...&lt;br /&gt;Suatu saat ... selepas beraktifitas, kami bersama seorang teman tanpa sengaja mengawali sebuah diskusi yang panjang ...., sebagaimana biasa, waktu luang itu kumanfaatkan untuk refreshing dengan mengutak-atik Blog ..., nulis dan FB-an ... (hayuuu ... kamu ketahuan).., duduk kurang lebih 1,5 meter di sampingku ... diapun langsung menggelontorkan "Bola panassss" ..., sebuah pertanyaan ...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Temanku : Cak ..., boleh nanya gak?&lt;br /&gt;Me : Boleh-boleh ...., tapi tak sambi yach ...., gpp kan ?&lt;br /&gt;Temanku : yupz ... gpp ...&lt;br /&gt;Me : Mo nanya apaan.... kayaknya penting banget?&lt;br /&gt;Temanku : hmm ... tentang kondisi pemuda/i islam yang memprihatinkan ...&lt;br /&gt;Me : maksud lho ....??? [ agak kaget aku dengan pertanyaan ini - coz aku manusia biasa, suerr ..... idealis banget dah...]&lt;br /&gt;Temanku : jadi begini cak ..., beberapa kali aku diskusi dengan temen" yg notabene berpendidikan agama, koq cenderung ngawur yach...???, mereka senang dan Pede dgn pendapat" pribadi dengan hanya bermodalkan logika tanpa mencantumkan "dasar" mana yang mereka gunakan, udah jelas salah ... bangga lagi, debat kusir dah jadinya .....&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Sejenak ... 10 jariku berhenti bekerja,  konsentrasiku terpecah ...., otakku mulai melalang buana ke mana-mana, mencoba mengais file-file referensi yang pernah kubaca baik secara mandiri maupun dengan metode musyawarah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa jawabku ....???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hehehe ... jujur jawaban  itu g penting untuk diungkap di sini, lho koq bisa ...???, dari pertanyaan temenku di atas ... sudah jelas apa yg menjadi "permasalahan" di sini, dan kami yakin temen" sudah tahu jawabnya .... yach .., meski dengan versi yang berbeda... [g usah terlalu dipikir.... entar paham sendiri] ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;hingga di suatu titik ... &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami berdiskusi cukup panjang, ada ending menarik yang cukup bernilai untuk dibagikan. Setelah berbicara ngalor ngidul (kemana-mana), temenku mengungkapkan sebuah fakta menarik ..... bahwa dia menghafal Quran karena malu kepada Alloh ... , Lho... asal-usulnya darimana koq bisa berkata demikian ...???, berikut kisah singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat yang lalu .. temenku "yg hebat" ini lulus dari kuliahnya ..., sebagaimana biasa, dia banyak sekali mengirimkan lamaran kerja ... bahkan hingga keluar kota, mulai dari lowongan kerja di Pabrik, Instansi akademik, hingga pemerintahan ...., hampir semua peluang tidak ia sia-siakan .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu ... dia belum selesai (tahfidznya), bahkan terkesan separuh-separuh dalam menghafalkan Quran,... " lebih baik, daripada tidak sama sekali" .... begitulah pendiriannya (waktu itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari ... minggu pun berlalu, hingga bulan pun secara rutin terus berganti ... tanpa hasil yang berarti. Tidak ada informasi tentang lamaran kerja yang ia layangkan, tidak ada panggilan wawancara yang senantiasa ia nantikan, hingga berbuah sebuah keputusasaan ... di tengah usahanya, di tengah kegiatan selingannya ... "menghafalkan alquran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di suatu malam...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang beriman ... tentu tak layak meninggalkan "Tuhan". Keheningan malam pun ia pecah dengan gerakan beraturan ... shalat malam. Dengan tetesan air mata, dengan hati yang gundah ... dengan pikiran yang tak jelas arah, perasaanpun turut merana ... (komplit dah....), ia menengadahkan tangan seraya berdo''''a dan sangat berharap jawaban serta belas kasihan Sang Pencipta Alam ...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ya Alloh ... dengan takdirMu aku di perantauan ....&lt;br /&gt;Ya Alloh ... dengan keMahaTahuanMu ... aku dalam kesulitan yang kelam&lt;br /&gt;Ya Alloh ... KeputusanMu begitu Indah ... hingga aku mengerti hikmah di dalamnya ...&lt;br /&gt;Ya Alloh ... segala usaha telah kucoba ... tak sepeserpun kudapatkan rupiah ...&lt;br /&gt;Ya Alloh ... dengan kesempatanMu aku berusaha mendekap Kalam Mu, namun apa daya ... telah habis bekalku...&lt;br /&gt;tak mungkin ku kembali dengan tangan hampa ...&lt;br /&gt;tak mungkin ku membalikkan arah kapal dengan bermodalkan kibaran bendera saja ...&lt;br /&gt;haruskah ku pupus asaku ...?&lt;br /&gt;haruskan ku hentikan langkahku ...?&lt;br /&gt;adakah yang salah denganku ...?&lt;br /&gt;ku mohon petunjukMu ...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Di malam itu ... sahabatku benar-benar merasa dalam kebimbangan, benar-benar dalam kondisi nadhir yang tak terlekkan ... bahkan tidak pernah ia bayangkan, hingga pada akhirnya ... ia pun meyakinkan dirinya ... lewat sebuah do'a&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ya Alloh ... dengan segala kelemahanku, aku tak sanggup mendekap kalamMu&lt;br /&gt;habis bekal ini.... habis darah ini... kering kerontang keringat ini ...., dan akupun merasa sungguh sendiri&lt;br /&gt;Engkau lebih tahu apa yang terbaik untukku&lt;br /&gt;Engkau lebih mengerti apa yang salah di dalam hati&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;dan akupun siap kembali meski tanpa hasil yang berarti ...&lt;br /&gt;Ya Jabbar ... aku hanya bisa berpasrah diri&lt;br /&gt;Di bawah naungan ridlo-Mu...&lt;br /&gt;Di bawah takdir indah-Mu ...&lt;br /&gt;Di bawah rahasia keputusan-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa muqollibal quluuub... tsabbit quluubana ''''ala dinik&lt;br /&gt;Yaa mushorrifal quluub ... shorrif quluubana ''''ala tho''''atik&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pagi hari itu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selepas malam itu ... ia berkemas untuk Boyong (keluar dari pesantren), ... hingga kemudian pada sekitar pukul sepuluh pagi ... HP sahabatku berbunyi, percakapan luar biasa pun terjadi&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Penelpon : Hallo ... Assalamu''''alaikum ... !!!&lt;br /&gt;Sahabatku : Wa''''alaikum salam ..., ini siapa yach..???&lt;br /&gt;Penelpon : oh kami perwakilan dari perusahaan X ..., ini benar Mr. Y&lt;br /&gt;Sahabatku : Oh yach benar ... ada yang bisa dibantu?&lt;br /&gt;Penelpon : Begini mas ... kami mendapatkan referensi dari pimpinan kami untuk interview kerja di tempat kami.&lt;br /&gt;Sahabatku : ow... begitu, dimana dan kapan pak..???&lt;br /&gt;Penelpon : Di kantor kami,Siang ini, selepsas dhuhur..., mas bisa kan..???&lt;br /&gt;Sahabatku : Oh ..bisa", insyaAlloh kami hadir....&lt;br /&gt;Penelpon : OK, thanks yach ...kami tunggu, wassalamu''''aikum&lt;br /&gt;Sahabatku : Wa''''alaikum salam&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Dengan wajah dan raut muka keheranan, sahabatku seakan bingung dan mencoba mengulang kembali semua ingatan. Dengan sangat yakin ia menceritakan ... bahwa ia tidak pernah mengajukan lamaran kerja di perusahaan X yang tak seberapa jauh dari tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu sungguh sebuah sejarah dalam hidupnya, sekali lagi ... Alloh telah menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya. Betapa tidak ... sungguh di luar logika, ia diterima kerja di perusahaan yang belum pernah kenal sebelumnya, hanya bermodal review dan surat kesediaan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak ia termenung .. seakan tak percaya, hingga akhirnya ia sadar, bahwa kesempatan itu adalah bukti kebesaran Alloh dan RidloNya ... akan langkah sucinya dalam mendekap kalamNya. Sungguh Alloh telah memuluskan jalanNya ... bagi siapa saja yang menuntut ilmu dan memperjuangkan agamaNya. Allohu Akbar ...!!!, seketika itu pula sahabatku tersungkur ... sujud di balut dengan tangisan, rasa syukur bercampur dengan kekaguman ... akan kebesaran TuhanNya ..., sebagaimana dalam FirmanNya ( "jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" [QS.47:7].)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mata berkunang, diapun memberikan sebuah pernyataan penuh kenyataan "AKU MENGHAFAL QURAN KARENA MALU KEPADA ALLOH" ..., Alloh telah memberikan semua bekal untuk perjuanganku, melapangkan jalan ibadahku ... dan mengabulkan do''''a serta permintaanku ...., setelah semua telah nyata ... adakah aku sebagai hamba yang beriman ..???., jika tidak memanfaatkan ni''''mat yang diberikan...???, bukankah aku hamba yang durhaka ... jika memalingkan nikmat yang ada ..., tidak untuk mendekap kalamNya ...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak .. mencoba mengambil sebuah pelajaran dari kisah ini, akupun mulai melihat ke dalam hati ... , ke dalam jiwa, instropeksi diri ..., Adakah nikmat Alloh yang aku dustakan...???, jangan-jangan ... jangan-jangan ... ,  astaghfirulloh ..., Ya Alloh .... hanya dengan petunjukMu aku melihat..., hanya dengan pertolongaMu aku menjadi tahu..., hanya dengan kekuasaan dan kekuatanMu aku sanggup untuk terus maju ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bisa diambil sebuah hikmah ... amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 09 Nopember 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nambas.blogdetik.com/"&gt;Caksyam.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-2600527043635321627?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/2600527043635321627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/menghafal-alquran-karena-malu-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2600527043635321627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2600527043635321627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/menghafal-alquran-karena-malu-kepada.html' title='Menghafal Alqur&apos;an Karena Malu kepada Alloh'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sx1ZZ6lQ-bI/AAAAAAAAAGA/Kb7WXdOelkc/s72-c/ALLAH_Qurani_Karim_Islam_by_NamfloW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-3578458952242541997</id><published>2009-11-09T21:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T11:41:29.117-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='do.a'/><title type='text'>Menggapai Dunia dengan Mencoba dan Berdo'a</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SxZ_3ngYXtI/AAAAAAAAAFg/z5r8SEWZ60U/s1600/ISLAM_by_avroh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SxZ_3ngYXtI/AAAAAAAAAFg/z5r8SEWZ60U/s320/ISLAM_by_avroh.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sekilas mungkin tulisan ini terkesan mengada-ada bahkan bisa dianggap tidak ada...., namun ketika berkaca bahwa "Dunia adalah ladang akhirat"... hmmm, kayaknya musti dishare aja neh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini (21/10) ... kucoba tuk perhatikan suatu kondisi sunyi dan sepi, kegiatan klik sana dan klik sini pun mewarnai starting point aktifitas di awal hari. Ku membayangkan ... betapa hebatnya Sang Pencipta Alam, menciptakan dunia bukan hanya dengan segala isinya...pun juga berbagai macam tantangan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba...,kompetisi..., sayembara berhadiah dan apapun namanya..., begitu kental mewarnai media informasi, terlebih lagi di dunia maya. Siapakah pemenangnya..???, jawaban yang bisa dimunculkan pertama kali tanpa harus punya ilmu laduni adalah .... "Orang yang berani mencoba", tanpa terdaftar sebagai peserta lomba...tentu sangat kecil kemungkinan, bahkan mustahil untuk menjadi salah satu pemenangnya (betull..tidakkkk...???? ^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang mencengangkan pun kami temukan, dalam sebuah lomba foto senilai puluhan juta rupiah...., hanya diikuti oleh 7 (tujuh) peserta. Tak pelak... ranking terakhir pun (ke-7) mendapatkan penghargaan senilai 7,5 juta rupiah, hanya dengan modal partisipasi/coba-coba saja (sumber: kompas online). Coba bayangkan klo kita narik becak ...wuihhhhh... bisa hujan keringat ...heeheheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga berlaku ketika tanpa sadar kita sudah berada dalam lingkaran besar kehidupan..., yang pasti harus terarah tuk menggapai derajat yang mulia di sisi-Nya. Tentu tidak ada yang membantah bahwa Alquran dan hadits adalah pedoman utama Islam dan penganut di dalamnya. Pertanyaan logis pun muncul ... sudahkah keduanya dibaca ???. "Wah ngeri mas.... tulisannya aja krebo/bulet-bulet"... ujar salah seorang sahabat menyatakan keluh kesahnya, lalu aku pun bertanya ... "Sudahkah mencoba...???", dan ia pun menjawab "Belum..." (nah..lhoooo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba adalah suatu bentuk usaha ... apapun hasilnya, tentu bukanlah segalanya. Bahkan Nabi (Muhammad s.a.w) pun pernah memotivasi kita semua lewat haditsnya, "Ketika seseorang berencana untuk melaksanakan kebaikan dan ia tidak melaksanakannya, maka Alloh akan memberinya satu pahala, lebih dari itu, jika seseorang berencana untuk melaksanakan kebaikan dan ia melaksanakan rencananya itu... maka Alloh akan memberinya dua pahala bahkan akan dilipatkan hingga hitungan tak terbatas (hak prerogratif Alloh)". Sekecil apapun usaha kita ..akan meninggalkan setitik cercah dalam sejarah keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;santai dulu...., nulis titik-titik ................................. hehehe ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lanjuttt....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan logika "Mencoba" di atas..., aku pun membayangkan "Bagaimana dengan orang-orang yang berdo''''''''a di tengah malam...????".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak ada yang meragukan akan ke-Maha Esaan Alloh tuk menjawab semua do''''''''a serta ke-Maha tahuannya akan isi hati serta seluruh titik terkeci alam jagad raya, dan tidak ada pula yang tidak mengamini ayat Alquran yang berisi pesan bahwa Alloh akan meninggikan derajat para "Batman" yg melekatkan dahinya, melepaskan seluruh ego, jabatan dan kekayaannya tuk menghadap Tuhan-Nya.... tuk mengharap ridlo-Nya... tuk menggapai yang terbaek dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya ... klo gak berdo''''''''a (meminta) apa akan dikabulkan...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Suatu rahasia di balik do'a ...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabat (seorang psycho terapis) pernah menyampaikan, bahwa diakui atau tidak seseorang dipengaruhi oleh alam bawah sadar (pernah lihat live show "Romi Rafael"..???, yach ..kurang lebih gambarannya seperti itu.... ). Ketika seseorang melantunkan do''''''''anya di hadapan Tuhan-Nya... di tengah malam yang lelah, di tengah kesunyian yang nyata ... dan hanya bisikan halus dari ucapan do''''''''a yg didengarnya ... maka memory/ingatan akan merekam segalanya, setiap keinginan dan cita-cita akan lekat di sanubari dan hati (alam bawah sadar)... dan secara tidak disadari akan memompa gerakan tubuh dalam bentuk tindakan untuk mewujudkannya, untuk mencoba  mensukseskan cita-citanya... untuk action !!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pungkasnya ... sahabat (kami) tersebut menganjurkan ... Ucapkanlah do''''''''a sehingga terdengar dan diresapi oleh setiap panca indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk... terus mencoba dan berdo'a !!!. &lt;br /&gt;Kesempatan adalah milik mereka yg mencoba ...&lt;br /&gt;dan terkabulnya do''''''''a adalah untuk mereka yang meminta.&lt;br /&gt;Sukses untuk kita semua..... bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 21 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nambas.blogdetik.com/"&gt;Caksyam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-3578458952242541997?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/3578458952242541997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/menggapai-dunia-dengan-mencoba-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3578458952242541997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/3578458952242541997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/menggapai-dunia-dengan-mencoba-dan.html' title='Menggapai Dunia dengan Mencoba dan Berdo&apos;a'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/SxZ_3ngYXtI/AAAAAAAAAFg/z5r8SEWZ60U/s72-c/ISLAM_by_avroh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-689519799783547512</id><published>2009-11-09T21:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T11:52:30.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ustadz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebaran'/><title type='text'>Ustadz punk</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sx1c6JdtUwI/AAAAAAAAAGI/vmqoNvxVKUI/s1600-h/punk-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sx1c6JdtUwI/AAAAAAAAAGI/vmqoNvxVKUI/s320/punk-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ada yang baru dalam hidupku ..., beberapa waktu yg lalu kukenal keponakan dari adik iparku sebut saja namanya "Kipli"... hmmm, jadi ingat film mencari Tuhan..eh bukan, sinetron "Kiamat sudah dekat" ...hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awalnya kukenal dia biasa-biasa saja..., dan jujur gak banyak tahu tentangnya. Kemudian di lebaran tahun ini [1430 H] sedikit berbeda....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu''alaikum..! " terdengar salam dari depan rumah, "wa''alikum salam" .. kujawab salam itu sambil membuka pintu pagar dan .... kaget bukan kepalang, mataku sedikit melotot ..seakan tak percaya melihat tamu yang satu neh... , gaya rambut botak samping, agak merah, rambut berdiri di bagian tengah, pake jaket levis ketat dengan khas manik besi dan "baut" mungkin yach...ckckck, ditambah lagi celana model paku bumi (ketat membentuk postur kaki, lancip ke bawah.... silahkan dibayangkan sendiri, hehehe maaf ngerepotin...), pokoknya aseli punk dagh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan masuk...", ku berkata ...., "Mhn maaf lahir bathin yow mas.. lama g ketemu, hehehehehe", dia langsung menjabat tanganku ... , jujur aku pangling (agak lupa-lupa ingat) dengan sodara jauh satu neh.... coz gayanya yg berubah total, jarang ketemu lagi ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kipli mas....", dia berusaha meyakinkanku bahwa aku terkenal...., eh bukan dia kenal aku hihihihihi..., akhirnya kami pun ngobrol seputar keadaan sodara-sodara..layaknya lebaran biasa..... [ kayak di TV-TV ... ^^ ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hingga suatu saat...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jujur... aku masih penasaran dengan perubahan sodara yg satu neh..., namun kutahan untuk bertanya "ada apa gerangan...???", khawatir terjadi persinggungan sisi-sisi sensitif...., &lt;br /&gt;Akhirnya hari ini kutemukan jawaban itu ..., Siapakah kipli sebenarnya dan ada apa dengan gaya punk ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik iparku menjelaskan ... kipli adalah keponakannya, anak seorang MUDIN ( pejabat pengurus nikah, kematian dsb. ), pun di halaman rumahnya terdapat masjid dan madrosah serta tempat pengajian bagi masyarakat sekitar...., setiap habis subuh dan ketika jam sekolah... Kipli mengajar beberapa mata pelajaran, termasuk menyampaikan beberapa kajian kitab kuning semisal FATHUL MU''IN. .. sehingga tak heran banyak kutemukan anak-anak kecil di daerahnya memanggil kipli dengan sebutan "USTADZ", tentunya ngajarnya tidak pake gaya PUNK ...hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berkenaan dgn gaya "punk", hal itu sengaja dilakukan sebagai salah satu kontrol sosial, lho koq bisa...????, dari informasi yang kuterima, tidak sedikit teman-teman dari Kipli atau pemuda di daerah-daerah yang kurang beruntung... namun tetap kekeh mengikuti gaya yang dianggapnya mengikuti jaman.... aneh, mengundang perhatian dan sangar...., dari sudut ini Kipli sebagai wakil dari Bapaknya yang pemuka agama mencoba untuk masuk ke dunia mereka dengan batasan-batasan yang coba dijelas-jelaskan, sehingga tidak ada lagi istilah MOLIMO dalam pergaulan mereka, cukup punk sebatas gaya ... bukan budaya, punk memiliki potensi positif bukan blow up hal-hal negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di samping itu, gaya punk juga Kipli gunakan untuk mengimbangi dan antisipasi gangguan secara dhohir seperti palak atau pajak non-pemerintah, coz di daerah-daerah terpencil juga ada yang namanya Gangster... meski Jadul..., yang umumnya adalah kumpulan pemuda pengangguran dan iseng. Sehingga Kipli terpaksa naek motor tanpa Helm dengan memamerkan rambut dan gaya Punk nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ooooo .... begitu ceritanya, yes i know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nyumbang Pendapat... boleh yach .. ^_^&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang, terlepas setuju dan tidak setuju dengan jalan Punk yang dilakukan oleh sodara kami Kipli. menurut hemat kami [ hehehe, gaya serius mode=ON ], contoh kasus ini banyak yang terlepas dari perhatian para akademisi atau pemuda yang beruntung dapat menikmati bangku kuliah bahkan tingkat sarjana tertinggi. Peran kita semua dibutuhkan di sini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus sekolah.. perhatian tertuju pada memilih tempat kuliah, Lulus kuliah.. perhatian tertuju pada mencari tempat bekerja...., ketika bekerja ... perhatian tertuju pada pemenuhan target " kerja ... [oh yach ada yg kelupa ... perhatian tertuju pada "MENIKAH"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adakah hubungannya dengan Sholat lima waktu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yach... ada, [ hehehe... mekso jawabannya... ^_^ ], sekilas jawaban ini mungkin terlihat mekso.., namun jujur kami mengajak untuk memperhatikan siklus sholat lima waktu sejenak [ bukan bermaksud menggurui, namun lebih kepda berbagi saja..... OK !!! ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Sholat lima waktu melatih seorang muslim untuk memiliki keshalihan dan kecerdasan sosial, ketika bangun pagi menatap dunia ... dia ditantang untuk menyeimbangkan otak kanan dan kirinya, antara gerak hati, jiwa dan raganya ... niat menghadap yang kuasa, kemudian dilanjutkan bekerja mencari bekal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di tengah-tengah kesibukan, seorang muslim ditantang untuk meluangkan waktu ... memanfaatkan ingatan "sampai di mana pekerjaan yang dilakukan" dan mengasah keihklasan "menghadap Sang Pencipta Alam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di tengah-tengah kelelahan akan aktifitas seharian..., seorang muslim ditantang untuk memberikan perhatian ... mengumpulkan sisa energi untuk "Berkonsentrasi", menghadap Ilahi Robbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Malam menjelang ...., seorang muslim ditantang untuk mensyukuri... nikmat yang diberikan meski sebentar, menyambut malam yang ditinggal oleh penerang alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika waktu istirahat kian mendekat....., seorang muslim ditantang untuk mengucapkan salam dalam bentuk "shalat", menutup hari... tanpa tahu apakah ajal benar-benar dekat... apakah subuh benar-benar dapat kembali dilihat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maksudnya apa...???&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah ... seorang muslim seharusnya terlatih dengan kompleksitas kehidupan, ditengah fokus pun juga diharapkan memiliki waktu luang untuk menengok ke kiri dan ke kanan, mengasah kepedulian. Boleh jadi seorang muslim adalah pejabat negara, saudagar besar, artis atapun sekedar seseorang yang sibuk mencari sesuap nasi ..., namun perlu disadari kosenp shalat lima waktu mengajarkan manusia untuk "BERBAGI"....... berbagi waktu, berbagi energi, berbagi pikiran, berbagi harta atau hanya berbagi senyuman .... meski sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari kita berbagi ... perhatian untuk lingkungan kita..... mereka butuh kita dalam kebersamaan&lt;br /&gt;semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasuruan, 26 September 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nambas.blogdetik.com/"&gt;Caksyam.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-689519799783547512?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/689519799783547512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/ustadz-punk.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/689519799783547512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/689519799783547512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/ustadz-punk.html' title='Ustadz punk'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9bdr-n_EFwg/Sx1c6JdtUwI/AAAAAAAAAGI/vmqoNvxVKUI/s72-c/punk-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-5069492220324016108</id><published>2009-11-09T21:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T21:16:08.150-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harta'/><title type='text'>Ketika harta benar-benar menjadi titipan</title><content type='html'>Kisah ini dimulai ketika beberapa bulan yang lalu kami bersilaturahmi, bertemu dengan teman lama. Sungguh selalu ada sesuatu yang berbeda..... Di malam itu, temenku bercerita ttg seseorang kakek yang luar biasa, klo g salah dari jawa barat asalnya. Di usianya yang senja, kakek tersebut memegang teguh prinsip bahwa "semua berasal dari Yang Maha Esa dan akan kembali kepadanya, semua harta adalah titipan dan hanya amal (perbuatan dan jariyah) serta do''''a yang akan turut serta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut adalah pekerja keras, buktinya dari cerita yang ada, beliau mampu menantang dunia dengan mengubah jalur hidupnya dari jalan yang serba pas-pasan menjadi seorang pengusaha sekelas singa. Rumah mewah dan mobil tak kalah wah sudah ada di genggamannya. Putra-putrinya pun dididik dengan seksama, dengan pengalaman hidup dan kebijaksanaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dengan cara apa....???, suatu hari kakek tersebut diberikan hidayah atau sebuah petunjuk oleh Alloh SWT., sebagaimana kisah-kisah para Ulama yang sering kita dengar. Mungkin dengan kemampuannya menaruh dunia dalam genggaman dan akhirat dalam hatinya sebagai buah dari kedekatannya dengan Alloh, ia seakan-akan merasa dan tahu dengan penuh keyakinan bahwa ajalnya sudah dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah perisapan pun ia lakukan. Dimulai dari memperhatikan hak dan kewajiban terhadap sesama, ia usahakan untuk diselesaikan semua, apakah itu hutang, janji ataupun tanggungan yang terpikul dipundaknya. Kemudian dilanjutkan dengan membagi semua aset yang ia miliki kepada anak-anaknya serta beberapa wasiat untuk orang-orang di sekitarnya -termasuk sopir pribadi yang telah disiapkan untuknya sebuah rumah beserta isinya, sebagai wujud terimakasih atas pengabdiannya selama ini- dengan disaksikan semua pihak, supaya tidak terjadi fitnah dan perselisihan pada waktu sepeninggalnya kelak. "Datang tanpa membawa apa-apa, pulang tanpa membawa apa-apa", itulah pesan yang ia berikan kepada semua kerabat dan keturuannya..., sontak pesan ini diiringi dengan isak tangis dan kesedihan yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pertemuan keluarga, sang kakek pun berpesan "Saya akan pergi jauh... dengan pak sopir, menenangkan diri, mendekatkan jiwa dan mensyukuri segala apa yang telah diberi, Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan serta salam kepada seluruh family yang tidak hadir...., yang lebih penting mohon untuk tidak menyibukkan diri dengan kami, dalam proses ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pesan terakhir, keesokan harinya sang kakek berangkat dengan membawa uang secukupnya di antar oleh sopir pribadinya, tanpa diiringi oleh anggota keluarga. Di kesempatan itu, sang kakek meminta sopirnya untuk menuju ke daerah hutan yang sepi, dan kondusif untuk taqorrub ilalloh, jauh dari hiruk pikuk dunia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wush..wush..wush...., mobil mewah itupun melaju tenang dengan kecepatan sedang menuju daerah pegunungan,  setelah beberapa kilo masuk daerah hutan nan sepi, sang kakek melihat sebuah gubug jauh di belakang sebuah rumah yang sangat sederhana, yach ... sangat sederhana dan jauh dari tetangga. "Stop...stop...., arahkan mobil ke halaman rumah itu pak sopir..." minta sang kakek, "Siap pak...", sopir langsung banting setir belok ke halaman rumah yang ditunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesaat kemudian pak sopir konfirmasi kepada pemilik rumah tentang gubug tersebut, dan akhirnya sang kakek dipertemukan dengan pemilik gubung. setelah beberapa saat ngobrol santai, sang kakek bertanya "Pak... saya sewa tanah beserta gubugnya di belakang rumah itu untuk sementara waktu, boleh yach...", ... pemilik rumah menjawab : "oh..g usah pak..monggo dipake saja, kami sekeluarga jarang sekali menggunakannya... silahkan2x..., santai saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat cerita...&lt;br /&gt;Sang kakek memaksa untuk memberikan sejumlah uang, sebagai ucapan terimakasih (uang sewa sukarela)... dan luar biasanya, jumlah uang tersebut cukup untuk membeli rumah, gubug dan pekarangannya. setelah tu sang kakek juga membeli sebidang tanah tidak jauh dari gubug tersebut, di tanah kosong itu sang kakek meminta sopir untuk mengatur pembuatan tempat peristirahatan terakhirnya.&lt;br /&gt;Dari hari ke hari berjalan demikian sejuknya, wajah sumringah dan ketenangan terpancar dari wajah sang kakek, bahkan pemilik rumah pun merasa akan hadirnya anggota keluarga baru. Berselang sekitar empat puluh hari, sang kakek pun menghadap sang Khalik dengan persiapan yang begitu matang. Kabar inipun disampaikan kepada pihak keluarga dan handai tolan oleh Pak sopir, sontak suasana haru, sedih dan rasa kehilangan yang mendalam pun tak dapat disembunyikan. Semoga Alloh senantiasa mencurahkan rahmat dan maghfirohnya kepada hambanya yang mulia, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bisa diambil hikmah.&lt;br /&gt;Pasuruan, 24 September 2009,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nambas.blogdetik.com/"&gt;caksyam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-5069492220324016108?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/5069492220324016108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/ketika-harta-benar-benar-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/5069492220324016108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/5069492220324016108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/ketika-harta-benar-benar-menjadi.html' title='Ketika harta benar-benar menjadi titipan'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-6336525385821939438</id><published>2009-11-09T21:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T21:07:30.371-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='do&apos;a'/><title type='text'>Syukur dalam gelas plastik</title><content type='html'>Jam sudah menandakan pukul setengah sebelas malam di hari kedua lebaran 1430 H., sejenak kusempatkan melihat keluar, di depan rumah, keadaan jalanan begitu lengang, jauh berbeda dengan tadi siang ketika banyak sekali orang berlalu-lalang tuk bersilaturahmi dengan sanak famili. Akhirnya kunyatakan, open house hari ini dicukupkan sekian. bersama adek dan Ibu, kami mulai membersihkan ruangan perjamuan, tak luput, gelas plastikpun turut dibersihkan ... maklum jaman udah berubah, dulu minuman tamu dibuat seketika ketika tamu datang, baik berupa kopi, teh atau sekedar sirup buatan tangan dalam gelas bening ataupun cangkir, cukup untuk beberapa sruputan, menemani suasana hangat silaturahmi dengan perbincangan seru seputar keadaan famili. hmm, sekarang... cukup pesan air dalam kemasan dengan berbagai rasa yg ada, dalam kardus ato galon yang siap diisi ulang. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika gelas plastik itu kubersihkan, seketika ibuku bilang "Le...!!! (panggilan anak laki-laki di daerah kami-pasuruan), nanti gelasnya dikumpulkan yach, suatu hari kan ada yg ngambil". Siapa bu ...??, aku balik bertanya. Sambil bersama-sama membersihkan ruangan, ibuku bercerita ... tempo hari ada seorang kakek, dia bekerja dengan mengumpulkan gelas plastik di pasar. Suatu hari dia (sang kakek) datang ke toko ibu sambil bertanya "ada gelas plastik g kepake g bu???", lalu ibu carikan di sekitar rumah dan ada sekitar beberapa gelas. g banyak memang, namun ketika ibu serahkan, kakek itu berucap "Alhamdulillah yaaa Alloh 3x, maturnuwun bu 2x, smoga Alloh membalas dengan kebaikan yg setimpal", lebih lanjut kakek itu kemudian bercerita bahwa dia berasal dari daerah yang cukup jauh dari daerah kami, dia datang dari pasar yang satu ke pasar yang laen untuk sekedar mengumpulkan gelas plastik guna memperoleh beras, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi yg sudah renta, ibu kemudian balik bertanya ... "koq g nyoba profesi laen yg lebih ringan pak?", sang kakekpun menjawab "profesi ini sudah cukup, profesi ini insyaAlloh sudah mampu menyelamatkan wajah kami di hadapan Alloh di hari akhir kelak", dengan jawaban ini, ibupun bertanya, maksudnya pak?, bisa dijelaskan !, sang kakekpun kemudian melanjutkan jawabannya "Iya bu..., profesi ini sudah menghindarkan kami dari meminta-minta, mengemis atau keadaan terpaksa yang laen. Bukankah Nabi Muhammad pernah berpesan, bahwa orang yang meminta-minta (senantiasa berpangku tangan tanpa keinginan dan tindakan usaha semampunya) akan dibangkitkan di akhirat kelak dengan wajah yang kurang baik di hadapan Alloh SWT."&lt;br /&gt;Syukur dalam gelas plastik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sekedar gelas plastik, mungkin hanya barang yg kurang berharga... namun siapa sangka justru hal-hal yg kecil seperti itu yang justru menjadi salah satu washilah dari tingginya derajat seorang hamba di hadapan Penciptanya. Ketika syukur terucap, ketika prinsip-prinsip kehidupan dipegang erat, ketika seorang hamba mampu menguasai nafsunya dan menerima serta berusaha dalam setiap sisi tantangan yang ada. Semoga Alloh senantiasa mengabulkan do'a yang kita panjatkan ... di akhir shalat tarawih dalam setiap ramadlon kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... "Wa bil qodlooo i roodliin, wa bin na'maaa i syakirin, wa'alal balaaa i shobirin" ...  menjadi seorang muslim yang kuat .... dengan ridlo terhadap segala keputusan Alloh, dengan syukur terhadap Nikmat" Alloh dan dengan sabar dalam setiap cobaan yang diberikan oleh Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ridlo, syukur dan sabar ... &lt;br /&gt;Pasuruan, 23 September 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nambas.blogdetik.com/"&gt;Caksyam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-6336525385821939438?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/6336525385821939438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/syukur-dalam-gelas-plastik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/6336525385821939438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/6336525385821939438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/syukur-dalam-gelas-plastik.html' title='Syukur dalam gelas plastik'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1913687045361409261.post-2745768755303123626</id><published>2009-11-09T20:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T21:38:13.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='do&apos;a'/><title type='text'>Bagaimana jika lupa do'a di tengah aktifitas makan</title><content type='html'>Alhamdulillah atas izin Yang Maha Esa, hari ini kami berkesempatan untuk mewujudkan cita-cita, yakni berbagi dengan saudara-saudara tentang banyak hal. Pada kesempatan kali ini kami akan menyampaikan tentang sebuah hadits "Bagaimana jika lupa berdo''a sebelum makan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda "Jika salah seorang di antara kamu bersantap, maka ucapkanlah asma Alloh Ta''ala, dan apabila ia lupa mengucapkan asma Alloh pada awalnya maka hendaklan ia ucapkan &lt;i&gt;Bismillahi ''ala awwalihi wa akhirihi&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits tersebut di atas, Rasululloh menganjurkan kepada kita semua untuk senantiasa bersyukur dan mengingat Alloh atas segala anugerahnya pada rezeki yang kita santap. Jikalau kita terlupa maka kita bisa mengucapkan "Bismillahi ''ala awwalihi wa akhirihi" yang artinya dengan menyebut asma Alloh pada awal dan akhirnya [kegiatan bersantap]. Semoga segala anugerah menjadi berkah, dan senantiasa diliputi dengan cahaya do''a berbuah ketenangan jiwa. amin, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber : kitab mukhtarul ahadits an-nabawiyyah karya sayyid ahmad alhasyimi rahimallohu ''anhu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanaran-Yogyakarta, 11 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nambas.blogdetik.com/"&gt;Caksyam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1913687045361409261-2745768755303123626?l=www.penafiksi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.penafiksi.co.cc/feeds/2745768755303123626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/alhamdulillah-atas-izin-yang-maha-esa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2745768755303123626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1913687045361409261/posts/default/2745768755303123626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.penafiksi.co.cc/2009/11/alhamdulillah-atas-izin-yang-maha-esa.html' title='Bagaimana jika lupa do&apos;a di tengah aktifitas makan'/><author><name>hidayat samsul</name><uri>https://profiles.google.com/114098454829694479805</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-d_V8t19wyjk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/SOjowBRqq2Y/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
